“Kerja sama lintas negara sangat perlu ditingkatkan. Dan forum yang melibatkan 48 negara ini, akan mendiskusikan strategi pembangunan berkelanjutan desa-desa di dunia, termasuk Indonesia yang tahun 2015 mulai gencar menjadikan desa sebagai basis pembangunan nasional,” kata Marwan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/11).
Indonesia kata Marwan memiliki 74.093 desa yang punya karakteristik dan kondisi potensi alam yang berbeda-beda. Desa-desa ini diklaimnya berpeluang untuk jadi basis pembangunan nasional dari mulai sektor agraris hingga sektor wisata.
“Masyarakat desanya juga sudah siap menyambut kedatangan wisatawan. Jadi tidak ada alasan lagi di masa datang, pertumbuhan ekonomi desa diragukan lagi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Forum ini untuk berbagi semangat membangun desa yang dilakukan di seluruh dunia,” ujar Marwan.
Dari hasil pertemuan lintas negara ini akan ada yang bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi, Saemaul Undong telah diakui UNESCO sebagai model pengembangan ekonomi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat.
“Konsep ini mampu membawa Korea yang tadinya negara miskin, menjadi negara sangat maju,” kata Marwan. (sur)