Tatang menjelaskan, ada tiga anggota TNI yang sedang menjalani tugas pemantauan wilayah di kampung tersebut dalam rangka pengamanan Pemilihan Kepala Daerah yang akan digelar pekan depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari tiga orang anggota, satu orang yakni Mayor Jhon tertembak di bagian perut. Informasi terakhir, jenazah akan dimakamkan hari ini," katanya.
"Kami tidak bisa pastikan sempat ditahan atau tidak. Karena kami menemukan jenazah beliau dan akan dimakamkan," ujar Tatang.
Berdasarkan informasi yang diterima CNN Indonesia sebelumnya, dikabarkan bahwa ketiga anggota TNI mengalami kontak senjata dengan kelompok sipil bersenjata setelah naik ke atas perbukitan Namunaweja. Mereka sempat dihadang oleh 20 orang masyarakat dan sempat terdengar suara tembakan.
Mayor Jhon dikabarkan terkena peluru pertama pada saat suara tembakan kedua terdengar. Sedangkan Kopral Dua Afan, yang membawa senjata M16, dan Kopda Simon kemudian terjatuh dari bukit hingga ke pinggir dermaga.
Saat itu, Kopral Dua Simon sempat melepas baju dan bersembunyi. Dia mengaku melihat kelompok sipil tersebut mengambil senjata api Mayor Jhon dan melontarkan tembakan sebanyak empat kali ke arahnya.
Kopral Dua Simon kemudian berusaha melarikan diri dengan menggunakan kayu yang terapung, mengikuti arus sungai Mamberamo. Kelompok bersenjata tersebut dikabarkan juga sempat melepas tembakan ke arahnya, namun Simon berhasil lolos.
"Untuk keterangan lebih lanjut, nanti akan disampaikan oleh Kapendam XVII Cenderawasih. Yang pasti saat ini Kopral Dua Afan telah ditemukan dan dalam kondisi luka ringan," kata Tatang.
(sip)