Sementara terbanyak kedua ada di wilayah Jawa Barat dengan 179 warga binaan diikuti Jawa Tengah dengan 64 warga binaan. Meski masih tinggi, jumlah ini menurun ketimbang tahun 2014 lalu yang berjumlah 1.566 orang.
"Periode Januari - Agustus 2015 tercatat 64 wargabinaan yg meninggal karena HIV-AIDS. Mereka terdiri dari narapidana sebanyak 50 dan tahanan 14 orang," kata Akbar melalui pesan singkat, Selasa (1/12).
Mereka yang terserang penyakit ini kebanyakan menghuni Lapas Narkotika yang terpusat di Jawa. Akbar mengatakan, mereka yang terserang HIV merupakan napi pengguna jarum suntik atau penasun.
"Warga binaan ini rata-rata sudah terinfeksi sejak sebelum masuk lapas atau rutan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada program KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) terkait HIV-AIDS untuk mecegah penularan," ujarnya.
Lihat juga:Sepuluh Fakta tentang HIV/AIDS |
"Ada juga program CST (care, support and treatment) yaitu program perawatan, dukungan dan pengobatan bagi warga binaan ODHA (orang dengan HIV-AIDS)," kata Akbar,
Selain itu, Ditjen Pemasyarakatan juga tengah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Penanggulangan HIV-AIDS dan TBC di lingkungan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pemasyarakatan tahun 2015-2019. Diharapkan rancangan ini selesai tahun 2016 dan dapat direalisasikan. (sur)