BNPT: Jangan Panik Tanggapi Ancaman Serangan ISIS
Yohannie Linggasari | CNN Indonesia
Selasa, 01 Des 2015 20:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol. Arief Dharmawan berpendapat masyarakat tidak perlu panik karena adanya ancaman ISIS menyerang Indonesia.
"Kami tidak pernah menganggap remeh ancaman teroris. Namun tidak berarti ini sesuatu yang harus dideklarasikan sampai orang takut. Jangan panik, tetapi tingkatkan kewaspadaan," kata Arief saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (1/12).
Arief menilai kepolisian, TNI, serta kementerian terkait harus meningkatkan penjagaan di tempat-tempat umum sebagai bentuk kewaspadaan. Hal itu dinilainya perlu agar masyarakat tidak takut menghadapi ancaman teror.
"Mereka bikin propaganda teror dengan target polisi. Apalagi sebentar lagi Pilkada serentak. Mereka memanfaatkan semua situasi bagaimana caranya supaya bisa eksis. Kami harap semua pihak bisa lebih meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat juga sebaiknya mewaspadai tempat-tempat umum yang biasanya menjadi tempat kejadian serangan teroris. Tempat-tempat tersebut di antaranya: mal, kedutaan besar, kantor pemerintahan, stasiun kereta api, bandara, dan pasar tradisional.
"Kalau orang sudah melakukan sesuatu berupa jihad, dia enggak lihat lagi korbannya siapa," katanya.
Sebelumnya, telah beredar video berdurasi 9 menit 35 detik yang diklaim berasal dari kelompok teroris Santoso, yang berisi ancaman bakal mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istana Negara dan akan menghancurkan Mapolda Metro Jaya. Video ini telah beredar di media sosial. (pit)
"Kami tidak pernah menganggap remeh ancaman teroris. Namun tidak berarti ini sesuatu yang harus dideklarasikan sampai orang takut. Jangan panik, tetapi tingkatkan kewaspadaan," kata Arief saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (1/12).
"Mereka bikin propaganda teror dengan target polisi. Apalagi sebentar lagi Pilkada serentak. Mereka memanfaatkan semua situasi bagaimana caranya supaya bisa eksis. Kami harap semua pihak bisa lebih meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, telah beredar video berdurasi 9 menit 35 detik yang diklaim berasal dari kelompok teroris Santoso, yang berisi ancaman bakal mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istana Negara dan akan menghancurkan Mapolda Metro Jaya. Video ini telah beredar di media sosial. (pit)