"Kami tidak pernah menganggap remeh ancaman teroris. Namun tidak berarti ini sesuatu yang harus dideklarasikan sampai orang takut. Jangan panik, tetapi tingkatkan kewaspadaan," kata Arief saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (1/12).
"Mereka bikin propaganda teror dengan target polisi. Apalagi sebentar lagi Pilkada serentak. Mereka memanfaatkan semua situasi bagaimana caranya supaya bisa eksis. Kami harap semua pihak bisa lebih meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, telah beredar video berdurasi 9 menit 35 detik yang diklaim berasal dari kelompok teroris Santoso, yang berisi ancaman bakal mengibarkan bendera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Istana Negara dan akan menghancurkan Mapolda Metro Jaya. Video ini telah beredar di media sosial. (pit)