Upset condition ialah kondisi berbahaya di mana pesawat melaju dengan kecepatan di luar batas normal. Hal inilah yang terjadi pada QZ8501. Pada titik itu, pilot dan kopilot tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka tak dapat mengendalikan pesawat. (Simak Fokus: INVESTIGASI AIRASIA QZ8501 DIUMUMKAN)
QZ8501 jenis Airbus A320 itu akhirnya mengalami stall atau kehilangan daya terbang, dan akhirnya terempas ke laut dari ketinggian 38 ribu kaki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjelasan dalam buku itulah, ujar Nurcahyo, yang akhirnya menjadikan para pilot Airbus tidak diajarkan menghadapi upset condition.
Pada QZ8501, pesawat bahkan roll atau terguling hingga 104 derajat pada ketinggian 38 ribu kaki. Ini situasi yang luar biasa berbahaya.
Kondisi semacam itu, kata Nurcahyo, harus dicegah oleh para pilot. “Kami berharap mereka bisa recover sebelum akhirnya sama sekali tak bisa berbuat apa-apa," ujarnya.
Lihat juga:Lima Penyebab Kecelakaan AirAsia QZ8501 |
AirAsia QZ8501 hilang kontak di sekitar Selat Karimata pada 28 Desember 2014. Puing-puing pesawat yang membawa 155 penumpang dan tujuh kru itu ditemukan dua hari kemudian di Laut Jawa. (agk)