“Saat pesawat mengalami stall (kehilangan daya angkat), pilot dan kopilot tidak bisa bermanuver untuk membuat pesawat jatuh dalam keadaan menukik," kata Ketua Subkomite Kecelakaan Udara Kapten Nurcahyo Utomo di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (1/12).
Saat terempas, kata Nurcahyo, ekor pesawat sudah tidak memiliki daya angkat sama sekali. Pesawat mengalami turbulensi yang menyebabkan pilot tak mampu bermanuver.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu pesawat memasuki upset condition yang artinya pilot dan kopilot tak bisa berbuat apa-apa lagi.
Saat QZ8501 jatuh, ujar Nurcahyo, kecepatan pesawat sudah di luar kecepatan jelajah. Alat Rudder Travel Limiter Unit yang berfungsi untuk mengatur ketinggian pesawat pun sudah benar-benar tak berfungsi.
Lihat juga:Kronologi AirAsia QZ8501 Jatuh ke Laut |