“Investigasi terhadap catatan perawatan pesawat dalam 12 bulan terakhir menemukan adanya 23 gangguan terkait sistem rudder travel limiter unit pada tahun 2014. Selang waktu antarkejadian jadi lebih pendek dalam tiga tahun terakhir,” kata Ketua Subkomite Kecelakaan Udara KNKT Kapten Nurcahyo Utomo.
Rudder travel limiter unit (RTLU) berfungsi untuk mengatur ketinggian pesawat. Selama penerbangan nahas 28 Desember itu pun, berdasarkan rekaman kotak hitam, RTLU kembali rusak sebanyak empat kali. Kerusakan terakhir ditangani berbeda dan menyebabkan kerusakan pada seluruh sistem pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, gangguan terbanyak terjadi pada Desember –bulan yang juga menjadi akhir QZ8501. (Simak Fokus: INVESTIGASI AIRASIA QZ8501 DIUMUMKAN)
Menurut KNKT, saat itu sistem perawatan pesawat belum memanfaatkan post flight report secara optimal sehingga gangguan berulang pada RTLU tak terselesaikan secara tuntas.
Menyikapi hak itu, AirAsia telah melakukan 51 tindakan perbaikan untuk memperbaiki keadaan. AirAsia berjanji menerapkan standar keselamatan internasional tertinggi dalam penerbangan dan perawatan pesawatnya.