Breaking News

LIVE: Kesaksian Sudirman Said dalam Sidang MKD

Abi Sarwanto & Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2015 12:46 WIB
LIVE: Kesaksian Sudirman Said dalam Sidang MKD Menteri ESDM Sudirman Said jadi saksi pertama sidang MKD yang menyidang perkara Setya Novanto. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Sumber Daya Mineral Sudirman Said jadi saksi pertama yang diperiksa Mahkamah Kehormatan Dewan hari ini. Sebagai pengadu, Sudirman akan dimintai keterangan seputar laporannya yang menyebut ada pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua DPR Setya Novanto.

Kami, CNNIndonesia.com, akan melaporkan secara langsung proses pemeriksaan ini bersama wartawan kami, Gilang Fauzi dan Abi Sarwanto, langsung dari Kompleks DPR RI di Senayan, Jakarta.

Pukul 21:10 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.


Sudirman Said memberikan konferensi pers dengan awak media dan meninggalkan ruang sidang MKD sekaligus gedung parlemen dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian dan petugas pengamanan dalam (Pamdal).

Awak media yang hendak mengikuti tidak dapat menembus barikade petugas yang membentang dari ruang sidang hingga eskalator menuju lantai dasar Gedung Nusantara II.

Pukul 20:58 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Tensi persidangan kembali memanas. Akbar Faizal meminta dibuka halaman tiga, pada alinea kedua, dengan kode SN, ada penyebutan nilai prosentase permintaan saham.

Akbar menegaskan bahwa substansi dari percakapan tersebut punya kaitan erat dengan tuduhan yang ditudingkan Sudirman Said, berkenaan dengan permintaan saham.

Pukul 20:42 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR membuat pagar betis di depan ruang sidang MKD untuk mengamankan jalannya persidangan yang saat ini tengah memutar rekaman dari Sudirman Said.

Pukul 20:05 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudah sekitar 15 menit rekaman diputar dalam persidangan. Para anggota MKD tampak serius mencermati transkripsi yang dipegang. Saat ini jika dicocokan, rekaman sudah sampai halaman ke-12 dari 24 halaman transkrip yang diedarkan.

Anggota MKD Syarifuddin Sudding. (Antara Foto/Reno Esnir)
Pukul 19:50 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Selain Kahar Mudzakir, Syarifuddin Sudding yang sebelumnya ngotot meminta rekaman diputar di persidangan tak tampak di ruang sidang untuk mendengarkan rekaman. Tak lama, Sudding kembali masuk ke ruangan sidang.

Pukul 19:40 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Salah satu anggota sidang menginterupsi pimpinan karena merasa sia-sia mendengarkan rekaman percakapan yang tidak terdengar denan jelas.

Pimpinan MKD Surahman tidak mengindahkan. "Tadi sudah disepakati tidak ada interupsi di sela kita mendengarkan rekaman," ujar dia.

Sudirman Said pun terlihat serius melihat transkrip rekaman sambil memainkan telepon genggamnya.

Pukul 19:34 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Peserta sidang etik Novanto tampak serius mendengarkan rekaman percakapan yang dibawa oleh Sudirman Said sambil mencocokkannya dengan transkipsi. Durasi rekaman dierkirakan mencapai sekitar 1 jam 27 menit.

Pukul 19:27 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sidang etik Novanto memperdengarkan rekaman yang menjadi bukti aduan Sudirman. Sidang harus menempuh jalur voting untuk memutuskan pemutaran rekaman percakapan.

Pukul 19:20 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD, Syarifudin Sudding meminta agar rekaman diputar pada malam ini karena merupakan 'mahkota' persidangan. Sedangkan, Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad meminta agar pemutaran rekaman dilakukan besok.

Pukul 19:15 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Ketua MKD Surrahman Hidayat mencabur skors dan kembali menanyakan kepada anggota perihal pemutaran rekaman dari Sudirman Said.

Pukul 18:07 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sidang di skors untuk jeda waktu sholat maghrib.

Pukul 18:01 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Pertanyaan yang berulang dan tidak terkait dengan pemutaran rekaman, Surrahman mengingatkan Anggota MKD Ridwan Bae. "Soal rekaman putar atau besok?," tanya Surrahman.

Ridwan menyatakan rekaman diputar saat persidangan Setya Novanto. Dia pun meminta agar rapat ditunda terlebih dahulu, karena merasa capek dan mau Pilkada. Dia meminta rapat dimulai kembali minggu depan.

Awak media yang meliput langsung menyoraki pernyataan Ridwan Bae tersebut.

MKD tengah memulai sidang kembali untuk mendengarkan rekaman yang diadukan Sudirman Said. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Pukul 17:57 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD Ridwan Bae kembali mempertanyakan motif yang mendasari aduan Sudirman. Meski sesi pendalaman sudah habis, politikus Golkar itu rupanya merasa belum kebagian jatah.

Ridwan mencecar Sudirman dengan pertanyaan pelangaran etik yang telah dilakukan Novanto.

Sudirman menjawab, "Rekaman ini menunjukan bahwa saudara SN sedang menggunakan kewenangan publiknya untuk kepentingan pribadi."

Pukul 17:53 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Kegaduhan sempat terjadi karena anggota MKD saling berebut interupsi. Kegaduhan mempermasalahkan soal kapan diputarnya rekaman, Ridwan Bae justru mempertanyakan kembali mengenai posisi pengadu, Sudirman Said.

Ketua MKD Surrahman Hidayat, mengingatkan kepada Ridwan agar diutamakan soal pemutaran rekaman terlebih dahulu.

Pukul 17:48 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD Syarifuddin Sudding meminta sidang memperdengarkan bukti rekaman yang diserahkan oleh Sudirman sebagai pengadu.

Diputarnya rekaman di ruang sidang dinilai penting sebagai bentuk delik pembuktian. Pemutaran rekaman juga diperlukan sebagai bentuk klarifikasi dari pernyataan Said. Jika rekaman tidak diperdengarkan, kata Sudding, maka bukti tidak memiliki nilai pembuktian.

Pukul 17:45 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Terjadi perdebatan diantara anggota MKD, terkait pemutaran rekaman yang diberikan Sudirman Said.Ketua MKD Surrahman menanyakan kepada forum terkait kelanjutan pemutaran rekaman dalam sidang.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang meminta agar rekaman diputar besok saat menghadirkan Maroef Sjamsoedin.

Namun hal itu disanggah anggota MKD, Akbar Faizal dari Partai NasDem yang meminta agar rekaman diputar meski sidang harus berlanjut hingga malam.

Sedangkan, anggota MKD dari Golkar, Ridwan Bae sependapat dengan Junimart. Namun, justru dia meminta rekaman diputar saat meminta keterangan Setya Novanto.

Saat ini, silang pendapat masih berlangsung terkait pemutaran rekaman.

Pukul 17:32 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Pimpinan sidang Surahman mempertanyakan definisi sadapan dengan rekaman kepada SaidSaid menjawab, rekaman yang menjadi alat bukti aduannya tidak lebih dari catatan. "Kalau ini tidak jadi masalah, mungkin rekaman itu tidak akan pernah ada," ujar Sudirman.

Surahman pun lantas meminta agar Sudir,an melengkapi bahan-bahan pendukung alat bukti sebab sejumlah anggota sidang menilai banyak keterangan Sudirman yang belum memuaskan.

"Walaupun kita tahu saudara itu bukan alat pemuas," ujar Surahman mencairkan suasana.

Pukul 17:26 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir dari Golkar mencecar sejumlah pertanyaan kepada Sudirman Said. Salah satunya mengenai pemberian izin kepada Freeport untuk membuang limbah beracun di Papua.Kahar juga mempersoalkan pemberian janji perpanjangan kontrak melalui perubahan PP.

Sudirman membantah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu tidak benar. Bahkan Sudirman terlihat geram karena Kahar terus mencecar dan memutarbalikan jawabannya. Tensi persidangan pun sempat meningkat.

Pukul 17:15 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD dari PKB, Acep Adang Ruhiat, mempertanyakan respon dari Presiden Joko Widodo saat melaporkan perkara Setya Novanto.

Sudirman menyampaikan, saat memberi laporan ke Presiden Joko Widodo, terkait Setya Novanto dan M. Reza Chalid menyebut nama presiden dan meminta saham listrik. Presiden kemudian sambil mengetuk meja, mengungkapkannya dengan Bahasa Jawa.

"Ora sudi. Itu ungkapan Jawa yang lebih dari dalam dari tidak mau. 'Enak saja jual-jual nama'," ungkap Sudirman menirukan pertemuannya dengan presiden.

Pukul 17:11 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman membantah tuduhan miring yang menyudutkan dirinya sebagaimana dimuat dalam Kompasiana berjudul 'Bukalah Topengmu Sudiman Said'. Sudirman menegaskan dirinya tidak pernah mengenakan topeng. Dia balik menuduh penulis anonim itulah yang sedang mengenakan topeng.

Sudirman lantas menantang penulis yang dimaksud untuk menghadap kepadanya dan saling membuktikan argumentasi.

Pukul 17:09 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Supratman sempat menyebut media 'Kompasmania' saat memberikan pertanyaan terkait pemburu rente kepada Sudirman Said. Sudirman lantas mengklarifikasi bahwa media yang dimaksud adalah Kompasiana dengan judul 'Bukalah Topengmu Sudirman Said'

Pukul 17:00 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD Supratman mempertanyakan motif di balik laporan Sudirman. Dia pun memertanyakan perubahan PP terkait kebijakan ekonomi di sektor Migas. Supratman khawatir kedekatan Sudirman dengan Freeport berkaitan dengan perubahan PP yang berujung pada upaya perpanjangan kontrak Freeport.

Sudirman menyatakan PP itu merupakan bagian dari kebijakan ekonomi pemerintah dan membantah perubahan PP itu dikhususkan untuk membantu Freeport.

Anggota MKD dari Partai Gerindra, Supratman Andi Agtas dalam ruang sidang MKD, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (2/12). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto

Pukul 16:53 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Prakosa mendorong Sudirman Said untuk melengkapi bukti-bukti laporannya agar bisa diserahkan kepada penegak hukum, dan tidak berhenti hanya di soal etika.

Sudirman menyatakan, persoalan etika merupakan hal yang sangat penting dan berada posisinya diatas hukum. Apalagi terkait dengan posisi sesesorang yang berada di pucuk pimpinan lembaga. "Etik merupakan hal yang sangat penting dan membuat penegak hukum menjadi terjaga," kata Sudirman.

Pukul 16:50 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD M. Prakosa dari PDI Perjuangan, menceritakan pengalamannya saat dulu menjadi Ketua Badan Kehormatan, dengan ada persidangan etika yang dilaporkan Menteri BUMN Dahlan Iskhan. Namun bukti yang disampaikan saat itu lemah. Sehingga dia meminta agar Sudirman bukti-bukti yang disampaikan secara lengkap agar bisa didalami.

Pukul 16:45 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD, M Prakosa mempersoalkan Sudirman Said yang hanya mengadu ke MKD. Padahal menurutnya mengadu ke MKD sama mudahnya dengan mengadu kepada penegak hukum.

Sudirman mengatakan sesuai dengan penjelasan diawal sudah kasus ini berkaitan dengan etika, dan dia punya keyakinan jika dalam perkembangannya ada berkaitan dengan hukum, maka penegak hukum akan berjalan.

Pukul 16:39 WIB,
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Said membacakan isi transkipsi percakapan yang dia anggap bernuansa cawe-cawe. Percakapan itu diduga keluar dari pengusaha Riza Chalid yang saling bertimpal percakapan dengan Novanto.

"Kita ini orang kerja, strateginya. Jado Freeport jalan, bapak itu bisa terus happy, kita ikut-ikutan bikin apa. Kumpul-kumpul. Gua nggak ada bos, nggak usah gedek-gedek. Ngapain gak happy. Kumpul-kumpul, kita golf, Gitu. Kita beli private jet yang bagus, representative. Apalagi.

Pukul 16:36 WIB,
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Zainut kembali menanyakan pelaporan terkait berkepentingan untuk membersihkan praktek pemburu rente. "Ini menarik dan patut diapresiasi. Membersihkan pemburu rente ada unsur hukumnya ngga?," kata Zainut

"Ketika pertama kali bertemu media, tugas saya bukan menangkap tapi membangun sistem. Jadi penegakan hukum diserahkan kepada penegak hukum," ucap Sudirman.

Pukul 16:28 WIB,
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman menekan yang paling penting adalah peristiwa, dan bukti merupakan pendukung. "Pertama sebagai pokok-pokok pembicaraan mungkin ada yang tidak direkam sempurna. Kedua, sudah ditranskrip, kalau dicocokan benar," kata Sudirman

Pukul 16:26 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD, Zainut Tauhid dari PPP memberikan catatan, karena menjadi sidang etika terbuka pertama yang digelar secara terbuka dan diminta oleh pengadu, dengan posisi sejajar antara Ketua DPR dengan Presiden. Kembali Zainut dipertanyakan soal aspek legal standing laporan yang diadukan Said.

Pukul 16:25 WIB
, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Zainut Tauhid menanyakan perihal konsistensi bukti awal dengan kedua, serta siapa sosok MR. Karena dia mengatakan hal ini belum diverifikasi dan di validasi

Pukul 16:20 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman mengatakan dia mendapat rekaman tetapi tidak merekam, dan tidak memotong-motong rekaman.

Pukul 16:17 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Said menyatakan Novanto merupakan seorang pimpinan DPR dengan tugasnya sebagai legislatif. Memanggil perusahaan yang sedang bernegosiasi dengan pemerintah dianggap telah menyalahi wewenang. Terlebih melibatkan pengusaha yang tidak punya urusan atau keterkaitan secara langsung.

"Memanggilnya (Freeport) tidak patut, melibatkan pengusaha tidak patut, dan pembicaraannya tidak patut," ujar Said.

Pukul 16:12 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD dari Golkar menanyakan dalam laporan Sudirman Said ada perihal kepentingan untuk membersihkan praktik pemburu rente dan kaitannya dengan merusak iklim industri dan investasi. Sudirman mengatakan kalimat ini menjelaskan proses sumber daya mineral secara keseluruhan untuk kepentingan bangsa. Sebagai contoh, negara tidak maju karena kilang minyak tidak dibangun.

Pukul 16:05 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Skors dicabut, sidang etik Ketua DPR RI Setya Novanto dilanjutkan. Ada enam anggota MKD yang akan bertanya dan melakukan pendalaman. Pimpinan sidang Surahman berharap sidang bisa selesai sebelum matahari terbenam.

Pukul 15.11 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Ketua Sidang Surahman Hidayat menskors sidang MKD dengan agenda pemeriksaan Menteri ESDM Sudirman Said untuk salat ashar dan akan kembali dimulai pukul 16.00 WIB

Sebelumnya pada pukul 14.25 WIB, di Balai Kota usai bertemu Ahok, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan dirinya siap apabila dihadapkan di Mahkamah Kehormatan Dewan. "Nanti saja tunggu jika saya dipanggil Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI maka saya akan menjawabnya" kata Luhut.

Nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan kabarnya disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman mengenai Freeport yang di dalamnya terdapat suara terduga Ketua DPR RI Setya Novanto dan Riza Chalid.

Pukul 15.09 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengaku secara pribadi tidak ada masalah dengan Setya Novanto. Ia mengaku kerap bertemu dalam acara kenegaraan. Sudirman menyebut Setya adalah salah satu pimpinan negara ini.

Pukul 15.06 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menghujani pertanyaan pada Sudirman Said soal pertemuannya dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Tiga kali Maroef mengaku bertemu dengan Setya Novanto. Pertemuan ketiga yang kemudian direkam oleh Maroef dan diserahkan ke Sudirman Said. Saat pertemuan itu Setya ditemani oleh pengusaha Riza Chalid. "Marof bertanya-tanya kenapa ada Riza, apalagi nama terakhir (Riza) selama ini sosok kontroversial soal migas," kata Sudirman.

Pukul 14.55 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Menjawab soal keabsahan barang bukti rekaman dari anggota MKD Guntur Sasono, Sudirman mengatakan, tidak mengatahuinya. Menurutnya yang lebih penting adalah pertemuan itu sendiri. Karena itu pertemuan dilaporkan ke MKD. Karena membutuhkan barang bukti, maka ia membawa rekaman sebagai barang bukti. 

Guntur menyesalkan pernyataan Said yang mengeyampingkan kewajiban untuk mengecek keaslian dari rekaman yang dia dapat. Padahal, kata Guntur, keabsahan dari rekaman tersebut merupakan bukti yang mesti dipertanggungjawabkan seorang pengadu.

Pukul 14.48 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengatakan, dirinya sudah memberikan peringatan pada petinggi PT Freeport Indonesia agar tidak menggunakan jaringan politik mereka. Boleh saja Freeport bertemu siapa saja, namun ia minta diupdate. "Banyak yang bilang bisa menyelesaikan masalah Freeport, katanya bisa jadi perantara dengan Presiden," kata Sudirman.

Pukul 14.44 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengaku pertama kali mendengarkan isi rekaman yang diberikan Maroef Sjamsoeddin soal pertemuan dengan Setya Novanto bersama staf khususnya Riza Suhendra.

Pukul 14.36 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Menteri Sudirman Said membenarkan jika angka 20 persen saham Freeport yang diminta diucapkan oleh Reza Chalid, pengusaha yang diajak Setya Novanto bertemu dengan petinggi perusahaan tambang itu.

Pukul 14.24 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengaku tak punya bukti lain selain rekaman pembicaraan dan catatan soal pertemuan itu. Sudirman menyatakan ini menjawab pertanyaan pamungkas Anggota MKD Bakrie. Pertanyaan selanjutnya giliran Marsiaman Saragih.

Pukul 14.22 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengatakan percakapan antara Setya Novanto dengan Freeport bernuansa cawe-cawe. Menurut dia, cawe-cawe bukan hal yang disukai oleh Presiden Joko Widodo.

Pukul 14.14 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Didahului interupsi Ridwan Bae, giliran Anggota MKD Bakrie bertanya kepada pengadu Sudirman Said. Pertanyaan masih seputar rekaman pembicaraan yang jadi bukti aduan Sudirman Said.

Pukul 14.10 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said mengaku telah mengutarakan pengetahuannya seputar pertemuan Setya Novanto dengan petinggi Freeport kepada Presiden Joko Widodo sebelum mengadukan ke MKD. Ia tak mau banyak komentar soal banyaknya nama Luhut Binsar Pandjaitan karena tak punya garis koordinasi dengan Luhut. "Atasan kami adalah Presiden," kata Sudirman.


Pukul 14.05 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Judgement professional diakui Sudirman Said jadi alasan melaporkan dugaan pelanggaran etik Setya Novanto.


Pukul 14.02 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said menyatakan bukti rekaman dia dapat dari Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsudin. Sudirman meminta rekaman itu setelah mendapat desakan publik, sekitar satu bulan sebelum dia melaporkan aduannya ke MKD.

Pukul 13.59 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said tidak mengetahui validitas transkipsi rekaman utuh yang beredar di kalangan awak media. Namun dia menegaskan rekaman miliknya bisa dipertanggungjawabkan.

Pukul 13.57 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Giliran Anggota MKD Akbar Faizal mencecar Sudirman Said. Akbar banyak menyoroti soal rekaman pembicaraan yang jadi bukti aduan Sudirman Said. 
Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Sudirman Said tiba di Nusantara II DPR, Jakarta, Rabu, 2 Desember 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pukul 13.50 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman Said menjelaskan substansi percakapan dari isi rekaman. Sementara Syarifuddin Sudding meminta rekaman diputar untuk mengklarifikasi pernyataan Sudirman.


Pukul 13.48 WIB,
 
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman membantah pernah minta petunjuk atau arahan kepada Setya Novanto terkait Freeport.

Pukul 13.46 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Sudirman menyatakan pertemuan yang dilakukan Setya Novanto dengan Direktur Freeport berlangsung selama tiga kali. Bukti rekaman yang dia serahkan adalah isi percakapan yang ada di pertemuan ketiga.


Pukul 13.45 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Syarifuddin Sudding melanjutkan pertanyaan kepada Sudirman Said soal laporannya. Ia mempertanyakan jumlah pertemuan Setya Novanto dengan PT Freeport. Dijawab lagi oleh Sudirman Said, namun Ridwan Bae kembali menginterupsinya.

Pukul 13.39 WIB,
 Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Giliran Anggota MKD Syarifuddin Suding yang meminta rekaman diperdengarkan di muka sidang. Namun ditolak oleh Ridwan Bae yang merasa diabaikan pertanyaannya soal legalitas.

Pukul 13.34 WIB, Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Anggota MKD Ridwan Bae kembali mempermasalahkan pasal 5 ayat 1 Tata beracara MKD perihal siapa yang berhak mengadukan ke MKD. Anggota Fraksi Golkar ini mempertanyakan posisi hakim Sudirman Said selaku pengadu.

Suasana sidang MKD. (CNN Indonesia/ Abi Sarwanto)

Pukul 13.32 WIB,
Gedung Nusantara II DPR, Jakarta.

Alat bukti yang diserahkan Said juga berupa flashdisk berwarna putih berisi rekaman dari pertemuan Novanto + Feeport.

Pukul 13.31 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Pimpinan MKD mempersilakan Sudirman Said menyerahkan barang bukti. Menteri ESDM itu lalu Said menyerahkan alat bukti berupa transkipsi kepada Pimpinan Sidang MKD.

Pukul 13.27 WIB,
 Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Said memaparkan kronologis pertemuan Novanto, pengusaha minyak Riza Chalid, dan Direktur Freeport MS di bilangan SCBD. Berdasarkan bukti rekaman, Said menyebut Novanto telah memanfaatkan kekuasaan dan pengaruhnya untuk menawarkan solusi perpanjangan Freeport. Hal itu jadi dasar aduan pelanggaran kode etik seorang anggota dewan.

Pukul 13:26 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Menteri ESDM Sudirman Said kembali membacakan surat aduannya ke MKD. Sempat ada interupsi dari anggota MKD tapi tidak diperkenankan oleh pimpinan MKD.

Pukul 13:24 WIB, 
Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Said mengaku membawa rekaman utuh beserta transkipsi percakapan lengkap. Dia menawarkan sidang untuk memperdengarkan isi rekaman agar tidak lagi menjadi spekulasi liar di ranah publik.

Pukul 13:20 WIB, 
Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Anggota MKD dari Fraksi Golkar Ridwan Bae kembali mempertanyakan validitas persidangan. Pimpinan MKD menolak interupsi dan mempersilakan Sudirman memberikan pernyataan pembuka.

Pukul 13:20 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Menteri ESDM Sudirman Said disumpah untuk memberikan keterangan yang sebenarnya.

Pukul 13:15 WIB, 
Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Sidang Etik Setya Novanto dibuka. Sudirman meminta kepada pimpinan MKD agar sidang digelar terbuka untuk umum. Pimpinan MKD menyetujui. Namun awak media tidak diperkenankan berada di dalam ruang sidang. Pemberitaan hanya bisa mengandalkan monitor dan audio di luar sidang.
Pimpinan MKD siap memeriksa Menteri ESDM Sudirman Said. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Pukul 13:10 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Sudirman Said memasuki ruang sidang. Pimpinan dan Anggota MKD telah bersiap menjalankan persidangan. Sempat terjadi adu mulut antara wartawan dengan petugas pengamananan. Penyebabnya adalah wartawan tak diperkenankan masuk selain hanya untuk mengambil gambar selama kurang dari 10 menit.

Pukul 12:59 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Ketua MKD Surahman Hidayat memasuki ruang sidang. Pria berjenggot itu hanya mengulas senyum, membalas serbuan jepretan kamera. Pakaian toga kebesaran MKD berwarna merah-putih membungkus tubuh pria berpeci hitam itu.

Pukul 12:50 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Tidak lebih dari lima menit setelah memasuki ruang tunggu MKD, Sudirman keluar dengan sandal jepit. Ia mengganti sepatunya sebagai aas kakinya. Dengan kawalan ajudan, Sudirman berjalan dengan tenang sambil menggulung lengan kemeja putihnya.

Di tengah desakan wartawan foto dan televisi, Sudirman menuju toilet untuk mengambil wudu. Menteri ESDM ini lantas memasuki musala yang letaknya tidak jauh dari ruang sidang MKD untuk menunaikan salat zuhur.

Pukul 12:48 WIB,
 Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Sudirman masuk ruang tunggu MKD dengan pengawalan ketat. Menteri ESDM ini berusaha tenang di tengah kerumunan awak media yang menghujaninya dengan pertanyaan. Suasana di depan ruang sidang MKD saat ini dijejali puluhan wartawan.

Sebuah monitor 60 inci dipasang oleh pegawai parlemen untuk memfasilitasi siaran langsung jalannya persidangan guna mengantisipasi antusiasme wartawan yang membludak di ruang sidang MKD.

Pukul: 12.40 WIB, 
Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta.

Sudirman memberikan keterangan kepada awak media sebelum memasuki ruang tunggu MKD di Gedung Nusantara II. Dalam keterangannya, Sudirman menyatakan siap memberikan keterangan secara utuh sebagai bentuk pertanggungjawaban atas laporannya. Sudirman juga mengaku membawa alat bukti rekaman utuh percakapan pertemuan Setya Novanto dengan petinggi Freeport. Rekaman utuh itu siap diberikan jika MKD membutuhkan.

Pukul 12:38 WIB, Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta. 

Menteri ESDM Sudirman Said tiba. Dia datang untuk memenuhi panggilan sidang MKD untuk memberikan kesaksian atas laporan dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. Sudirman tampak mengenakan kemeja putih berpadu celana bahan hitam. Dia datang dengan kawalan ketat oleh lima ajudannya yang mengenakan pakaian seragam batik. Kedatangan pengadu perkara Setya Novanto ke MKD ini langsung dikerubungi wartawan dari berbagai media massa. (sur/sur)