Sarmuji sependapat dengan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol yang mengingatkan agar elite Golkar tetap obyektif dalam memandang kasus Setya dengan tidak melakukan pembelaan habis-habisan. “Tidak boleh membabi buta dalam melakukan pembelaan terhadap perkara Pak Setya,” ujar Sarmudi kepada CNN Indonesia, Selasa (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarmuji memandang sulit untuk melakukan pembelaan terhadap Setya Novanto terkait dengan adanya rekaman percakapan dalam perkara tersebut. (Baca: Seskab Telah Dengarkan Rekaman Lengkap Setya Novanto-Freeport)
Menurut Sirajuddin, Setya Novanto perlu mencontoh langkah Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri. “Dirjen Pajak berani mundur bukan karena tersangkut suatu perkara tapi karena tak sanggup mencapai target penerimaan pajak. Pak Setya yang terseret perkara seharusnya mundur,” tuturnya.
Sirajuddin menambahkan bahwa dengan hasil voting dalam rapat MKD yang mayoritas suara menghendaki sidang terhadap Setya Novanto dilanjutkan menandakan sangat sulit untuk melakukan “pengamanan” pada perkara Setya Novanto. (Baca: Kasus Novanto Berlanjut, Enam Anggota MKD Kalah Voting)
“Karena itu seharusnya lebih baik mundur saja,” ujarnya. (obs)