Tokoh Nahdlatul Ulama Ahmad Bagja menyatakan sudah seharusnya Presiden Jokowi marah dengan menggebrak meja dan menyebut ‘ora sudi’ karena namanya dicatut untuk hal yang sangat tidak baik, apalagi jika dilakukan oleh kepala lembaga tinggi negara, yaitu DPR. “Kita saja kalau nama kita dicatut maka akan marah apalagi ini Presiden,” ujar Bagja kepada CNN Indonesia, Jumat (4/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih parah lagi, ujar Bagja, bila persekongkolan atau pemufakatan jahat berupa pencatutan nama Presiden dilakukan untuk tujuan pribadi. “Sangat tidak pantas kalau menjabat sebagai ketua DPR lagi, lembaga tinggi negara yang seharusnya terhormat,” tegasnya.
Sebelumnya, relawan pendukung Jokowi yang tergabung dalam Projo menilai sangat wajar Presiden Jokowi marah besar ketika mengetahui namanya dicatut dalam perkara perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang meminta pembagian jatah saham.
“Kami di Projo menganggap wajar kalau Presiden Jokowi marah sampai menggebrak meja dan menyebut ‘ora sudi’” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Projo Budi Arie Setiadi kepada CNN Indonesia, Kamis (3/12). (Baca: Jokowi Dianggap Pantas Gebrak Meja dan Sebut 'Ora Sudi!')
Projo, kata Budi, sangat menyesalkan pihak-pihak yang menyalahgunakan kepercayaan. “Harus diakui terlalu banyak serigala, hyena, dan burung nazar di dalam pemerintahan Jokowi," kata Budi.
(obs)