MenPAN RB: Yang Kalah Ucapkan Selamat, Yang Menang Mengayomi

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Rabu, 09/12/2015 13:26 WIB
MenPAN RB: Yang Kalah Ucapkan Selamat, Yang Menang Mengayomi MenPAN/RB Yuddy Chrisnandi mengatakan sejauh ini penyelenggaraan pilkada berjalan tertib dan lancar. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Depok, CNN Indonesia -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengimbau agar semua pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat berlapang dada menerima hasil Pilkada.

"Jangan gontok-gontokkan. Semuanya harus bisa menerima hasilnya. Yang kalah ucapkan selamat, yang menang mengayomi," kata Yuddy saat meninjau Kampung Pilkada, Depok Jaya, Pancoran Mas, Rabu (9/12).

Kepada masyarakat, Yuddy mengimbau agar tidak mempersoalkan hal-hal yang tidak perlu. Kendati demikian, ia menegaskan segala bentuk pelanggaran yang bisa terbukti akan segera ditindak.

"Laporan pelanggaran banyak, tetapi kami sudah berikan sanksi pengawasan dan satuan petugas sudah bekerja," katanya.


Lebih lanjut, Yuddy menilai sejauh ini Pilkada serentak telah berjalan dengan tertib dan lancar. Antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak suaranya juga dinilai cukup tinggi.

Menurutnya, dari 269 daerah yang direncanakan untuk Pilkada serentak, yang diduga ada penyimpangan kewenangan tidak lebih dari 10 daerah. "Skalanya sangat kecil dan sifatnya dugaan," katanya.  Misalnya, kata Yuddy, ada dugaan bahwa pegawai negeri sipil (PNS) ikut kampanye.

Di Depok sendiri ada dua pasang calon akan berlaga yakni Dimas Oky Nugroho-Babai Suhaimi dan Mohammad Idris-Pradi Supriatna. Keduanya akan memperebutkan kursi yang akan ditinggalkan oleh Nur Mahmudi Ismail yang telah memimpin Depok selama dua periode.

Dimas-Babai diusung oleh Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sedangkan, Idris-Pradi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra.

Hari ini, Pilkada serentak dilaksanakan di 264 daerah. Seperti diberitakan sebelumnya, ada lima daerah yang terpaksa menunda Pilkada.

Empat kabupaten dan kota itu adalah Simalungun dan Siantar di Sumatera Utara; Manado, Sulawesi Utara, dan Fakfak, Papua Barat. Sementara itu, provinsi yang tak dapat melangsungkan pemungutan suara secara serentak adalah Kalimantan Tengah. (sur/sur)