"Karena ini harapan publik, publik sudah begitu berharap. Apalagi yang pertama dan kedua sudah terbuka, saya yakin Pak Luhut juga berkeinginan terbuka," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14/12).
"Presiden sudah jelas bahwa harapannya apa yang menjadi keinginan publik terjawab dalam sidang MKD," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski semula Luhut relatif tenang menanggapi hal tersebut, belakangan ia geram. Jumat pekan lalu sang Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan menggelar konferensi pers, mengatakan dengan berang skandal rekaman Freeport itu telah mengganggu privasi keluarganya, dan oleh sebab itu siap melakukan apa saja untuk menuntaskannya.
Dalam isi transkrip percakapan antara Setya, Maroef, dan Riza yang telah diputar dua kali pada sidang MKD, Luhut disebut dekat dengan Jokowi dan punya peran besar untuk meloloskan perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia.
Hingga kini, MKD telah memanggil Menteri ESDM Sudirman Said, Maroef Sjamsoeddin, dan Setya Novanto.
Selain itu, persoalan bukti rekaman asli yang saat ini posisinya di Kejaksaan Agung, masih jadi perdebatan di MKD. Hal ini dikarenakan Kejaksaan enggan memberikan bukti rekaman asli milik Maroef kepada MKD, karena tidak diizinkan sang pemilik. Sehingga rencana uji forensik bukti rekaman di Kepolisian belum dapat dilakukan MKD. (utd)