"Ada stigma bahwa apapun yang dilakukan orang Papua, kalau ada pertemuan, merupakan aktivitas politik dan bentuk perlawanan. Padahal mungkin sekelompok orang itu mau ibadah. Namun, karena dicurigai, sampai dicek siapa pendetanya," kata Latifah saat ditemui di kawasan Jakarta, Senin (14/12).
Latifah mengatakan saat ini situasi di Papua dalam hal pemenuhan hak asasi manusia (HAM) tidak juga membaik. Ia mengatakan kasus pelanggaran HAM berupa kekerasan oleh aparat penegak hukum masih marak terjadi.
Lihat juga:Kakao, Jalan Keluar dari Kemiskinan Papua |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekerasan terjadi mulai dari penangkapan sampai kemudian dilepaskan. Sering kali mereka dipaksa mengakui perbuatan yang dituduhkan," katanya.
Penghargaan ini juga pernah diberikan kepada m pejuang HAM dan presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmau pada 2000 dan pejuang demokrasi dan kebebasan berbicara dan pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada 2004. (pit)