"Tadi Presiden juga menyampaikan kepada warga yang akan menyambut Natal dan Tahun Baru untuk dirayakan secara sederhana, tidak berlebihan," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12) petang.
"Terutama yang diselenggarakan oleh hotel-hotel dan berbagai tempat lainnya. Mudah-mudahan ini juga tidak menimbulkan kecemburuan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan bahan pokok terjaga dengan baik. Harga-harga juga tidak terjadi kenaikan, seperti yang pernah terjadi, karena inflasi bisa ditahan dengan baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti menyebutkan sebanyak 150.554 personel gabungan telah dipersiapkan untuk menjaga perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Seluruh petugas yang kami kerahkan, baik dari Polri maupun TNI dan instansi terkait, sebanyak 150.554 personel. Terdiri dari Polri 80.203 dan TNI serta instansi terkait 70.351 personel," ujar Badrodin di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, kemarin.
Tak hanya itu, Badrodin memaparkan, pihaknya telah menyiapkan pos-pos pengamanan sebanyak 1.557 titik yang tersebar dalam 12 kepolisian daerah prioritas, di antaranya Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
"Ini daerah-daerah yang memang di dalam perayaan Natal dan Tahun Baru ada beberapa kerawanan-kerawanan yang harus kita lakukan antisipasi. Di luar polda itu adalah rawan prioritas kedua," katanya. (utd)