Hal itu misalnya terjadi pada salah satu murid Gus Dur yang kini menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Imam, pada haul Gus Dur di Jakarta, mengatakan jabatan yang ia duduki di pemerintahan Jokowi saat ini tak lepas dari perjuangan Gus Dur.
"Itu fakta yang tidak bisa saya bantah," ujar Imam yang merupakan mantan takmir masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berkewajiban menindaklanjuti keinginan, harapan, cita-cita, dan semangat Gus Dur untuk melaksanakan tugas-tugas besar. Saya tidak boleh melupakan hal itu," kata Imam.
Suatu kali di sebuah pesantren di Cilacap, Jawa Tengah, Gus Dur secara khusus harus memaparkan pemikirannya tentang demokrasi kepada para ulama tersebut.
"Kalau tidak ada demokrasi, orang NU yang tidak punya koran tidak akan pernah bisa mengatur dan mengelola negeri ini," ucap Muhaimin menirukan perkataan Gus Dur ketika itu.
Pemikiran Gus Dur itu pula, ujar Muhaimin, yang memberikan kesempatan bagi kader PKB untuk berpartisipasi di pemerintahan. Peluang itu yang kini didapat Imam Nahrawi yang dulu takmir masjid.
Gus Dur wafat 30 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia mengembuskan nafas terkahir setelah terjangkit komplikasi penyakit.
Haul keenam Gus Dur dilaksanakan kemarin di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB, Jakarta. Sejumlah pejabat hadir pada acara tersebut, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.