“Motifnya ekonomi. Pembuatnya masyarakat kecil yang tidak tahu kalau itu sampul atau kertas Al-Quran. Jadi ya sudahlah, kita harus bisa maafkan dan mengakhiri polemik ini,” kata Ketua FPI Jateng Kiai Sihabudin didampingi Koordinator Advokasi FPI Jateng Zainal Petir kepada CNN Indonesia di Semarang, Kamis (31/12).
Pernyataan tersebut disampaikan Sihabudin usai berkoordinasi dengan pengurus FPI Jateng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Yang penting sudah tidak jadi gunjingan masyarakat lagi,” kata Sihabudin.
Pemilik CV Aneka Ilmu, Suwanto, mengaku kecolongan. “Limbah kertas tersebut dijual oleh oknum karyawan kami ke orang di Solo. Kertas itu kemudian dibeli pengrajin terompet di Wonogiri untuk memenuhi order dari Alfamart,” kata dia.
"Saya muslim, sudah Haji, apa mungkin saya menistakan agama saya sendiri?” kata Suwanto yang juga Bendahara Majelis Ulama Indonesia Jateng dan Pembina Pemuda Ansor Jateng.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Nur Ali juga berharap polemik kasus terompet ini selesai. Ia mengatakan masyarakat tak perlu resah lagi.
"Sudah tidak ada masalah lagi. Pembuatnya minta maaf, pemesannya Alfamart juga minta maaf. Semua dilakukan tanpa sengaja dan barangnya sudah ditarik semua,” kata dia.