Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyatakan Gafatar telah menyebar hampir di seluruh Indonesia. “Bahkan sudah sampai ke Ambon. Kami masih deteksi di mana saja,” kata Anton di Jakarta.
Anton belum bisa memastikan wilayah persebaran Gafatar. Saat ini polisi tengah mendalami titik persebaran organisasi itu dan siapa saja tokoh-tokohnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Polri Tegaskan Ideologi Gafatar Berbahaya |
Ajaran Gafatar yang dinilai menyimpang salah satunya yaitu muslim tidak perlu salat dan puasa. Bagi mereka, yang terpenting adalah berbuat baik kepada sesama. Oleh sebab itu aktivitas Gafatar lebih banyak bersifat sosial dan kegiatan amal.
Gafatar pun berusaha menyatukan semua agama dan mempermudah ritual ibadah. Anton berkata, di zaman yang serba instan ini, praktik seperti itu dianggap menarik oleh orang-orang yang tidak ingin rumit.
"Ini salah satu gerakan yang mengatasnamakan agama tapi tidak sesuai dengan syariat agama. Saya kira berbahaya dan karena itu juga dilarang MUI," ucap Anton.
Sementara dokter Rica bersama anak balitanya kini dalam kondisi sehat. Namun Rica belum bisa memberikan keterangan kepada polisi. Ucapannya kerap berubah dan bertolak belakang dengan fakta lapangan. Ia pun sering melamun dan menatap kosong sehingga polisi akan melakukan pemeriksaan psikologis atasnya.
Rica dinyatakan hilang sejak 30 Desember 2015. Dia tidak berpamitan kepada suami, namun meninggalkan sepucuk surat. Dalam surat itu, Rica minta izin pamit untuk berjuang melaksanakan perintah Tuhan. (agk)