"Autopsi pada kasus AS itu ditemukan resapan darah pada otot-otot dan jaringan lunak pada bagian leher depan ke bawah. Jadi didapatkan adanya pendarahan di leher bagian atas," ujar Musyafak dalam keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/1).
Musyafak menjelaskan pendarahan tersebut berada di bagian pendarahan terjadi pada area servikal satu dan dua. Resapan darah juga diketahui ditemukan pada cekungan tulang selangka leher Allya. Selain itu, resapan darah juga ditemukan pada leher bagian belakang, tepatnya di area servikal datu dan dua, sampai batas bawah leher Allya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musyafak mengungkapkan hasil autopsi tersebut resapan darah yang ada di beberapa bagaian tubuh Allya menunjukkan adanya pendarahan yang cukup luas.
"Titik syaraf tersebut fungsinya mengontrol tekanan darah. Tertekan, terangsang dan sebagainya akan menurunkan atau terjadinya hipotensi," ujar Musyafak.
Musyafak mengatakan salah satu bentuk adanya gangguan titik syaraf bagian leher Allya adalah adanya kejadian di mana Allya mengalami koma sebelum meninggal.
"Adanya pendarahan itu menekan batang otak juga bisa menyebabkan koma. Ini saya sampaikan baru kemungkinan-kemungkinan terjadinya koma karena adanya pendarahan," ujar Musyafak.
Sebelumnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Tim Dokes Polda Metro Jaya melakukan autopsi terhadap jenazah Allya. Autopsi dilakukan dari pukul 07.30 WIB sampai Pukul 13.00 WIB di makam Allya yang terletak di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.
Lihat juga:Ada Dua Pidana dalam Kasus Kematian Allya |
Allya ditawarkan untuk melakukan terapi selama dua kali dalam sehari karena pada pertengahan Agustus tahun lalu akan pergi ke Perancis untuk melanjutkan pendidikan master.
Allya yang merasa sakit pada bagian leher belakang mengikuti saran dr Randall. Namun bukannya sembuh, Allya justru merasakan sakit yang luar biasa pada malam hari setelah melakukan terapi.
Allya lantas dibawa oleh orang tuanya ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk mendapat penanganan medis. Namun nahas, beberapa jam kemudian Allya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RS.
Orang tuanya yang merasa janggal akan kematian anakanya lantas melaporkannya ke Polda Metro Jaya. (bag)