Kepala BIN Bantah CIA Telah Prediksi Aksi Teror di Thamrin
Abraham Utama | CNN Indonesia
Jumat, 15 Jan 2016 20:05 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membantah isu tentang badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency, yang disebut telah memprediksi aksi teror di MH Thamrin, Kamis (14/1).
"Beredar kabar, CIA mengirimkan berita bahwa akan ada serangan. Itu tidak benar," ucap Sutiyoso di kantor BIN, Jakarta, Jumat (15/1).
Sutiyoso menuturkan, BIN selalu berkomunikasi dengan tiga anggota CIA yang ditempatkan di Indonesia. Purnawirawan TNI yang pensiun dengan pangkat letnan jenderal itu berujar, perwakilan BIN di daerah terus memonitor pergerakan kelompok-kelompok radikal.
Meski komunikasi itu terjalin, kata Sutiyoso, dia memastikan bahwa informasi terkait situasi di Indonesia dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Sutiyoso memaparkan, informasi intelijen terkait potensi teror tidak ia berikan kepada sembarang orang, bahkan menteri-menteri di Kabinet Kerja sekalipun.
"Ada yang harus dilaporkan dan itu tidak boleh diketahui orang lain. Saat menteri-menteri pergi (meninggalkan Istana), saya tinggal sendiri," katanya.
Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut merupakan jawaban atas kabar bahwa badan telik sandi Indonesia tidak dapat mencegah dan mendeteksi rencana teror di kawasan MH Thamrin.
Menurut Sutiyoso, data yang dia peroleh dihimpun BIN dari para anggotanya di pelbagai daerah, termasuk informasi dari badan intelijen negara lain. "Pengguna informasi itu tunggal, yaitu presiden. Jujur saja, saya selalu beritakan informasi dan perkembangan kepadanya," tuturnya. (rdk)
"Beredar kabar, CIA mengirimkan berita bahwa akan ada serangan. Itu tidak benar," ucap Sutiyoso di kantor BIN, Jakarta, Jumat (15/1).
Sutiyoso menuturkan, BIN selalu berkomunikasi dengan tiga anggota CIA yang ditempatkan di Indonesia. Purnawirawan TNI yang pensiun dengan pangkat letnan jenderal itu berujar, perwakilan BIN di daerah terus memonitor pergerakan kelompok-kelompok radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang harus dilaporkan dan itu tidak boleh diketahui orang lain. Saat menteri-menteri pergi (meninggalkan Istana), saya tinggal sendiri," katanya.
Menurut Sutiyoso, data yang dia peroleh dihimpun BIN dari para anggotanya di pelbagai daerah, termasuk informasi dari badan intelijen negara lain. "Pengguna informasi itu tunggal, yaitu presiden. Jujur saja, saya selalu beritakan informasi dan perkembangan kepadanya," tuturnya. (rdk)