"Beredar kabar, CIA mengirimkan berita bahwa akan ada serangan. Itu tidak benar," ucap Sutiyoso di kantor BIN, Jakarta, Jumat (15/1).
Sutiyoso menuturkan, BIN selalu berkomunikasi dengan tiga anggota CIA yang ditempatkan di Indonesia. Purnawirawan TNI yang pensiun dengan pangkat letnan jenderal itu berujar, perwakilan BIN di daerah terus memonitor pergerakan kelompok-kelompok radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang harus dilaporkan dan itu tidak boleh diketahui orang lain. Saat menteri-menteri pergi (meninggalkan Istana), saya tinggal sendiri," katanya.
Menurut Sutiyoso, data yang dia peroleh dihimpun BIN dari para anggotanya di pelbagai daerah, termasuk informasi dari badan intelijen negara lain. "Pengguna informasi itu tunggal, yaitu presiden. Jujur saja, saya selalu beritakan informasi dan perkembangan kepadanya," tuturnya. (rdk)