"Ketika saya lihat tangannya memegang tombol (detonator), saya langsung tembak tangannya," kata Untung di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (18/1).
Menurut Untung, dia tidak tahu siapa orang yang ditembaknya itu. Orang itu, kata Untung, mengenakan topi hitam, kaos biru, dan ransel merah seperti Afif yang fotonya tertangkap oleh wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, Afif tidak tewas karena bom bunuh diri, tapi karena bom lempar yang belum sempat dia lepaskan. Ketika hendak melemparkan bom itu ke arah polisi, peluru lebih dulu menerjangnya.
“Tiga bulan lalu Afif bikin status. Mengekpresikan kebencian terhadap polisi. Besar kemungkinan teror di Thamrin inisiatif Afif sendiri,” kata Jibriel kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/1).
Dari perbincangan dengan teman-teman yang mengikuti kasus teror di Thamrin, Jibriel menduga garis komando aksi teror bukan ada pada Bahrun Naim seperti semula disebutkan polisi.
Bahrun yang awalnya diduga menjadi otak perencanaan teror memang pernah masuk ke dalam kelompok Aman Abdurahman yang diklaim sebagai amir Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) Asia Tenggara. Namun karena berbeda pandangan, kata Jibriel, Bahrun memilih keluar dari kelompok tersebut.
Sejak awal kejadian teror Jakarta, kata Jibriel, dia sudah menduga Bahrun bukan dalangnya. “Saya pernah mengikuti perdebatan soal khilafah ISIS yang melibatkan Bahrun. Ia adalah figur orang yang menghormati orang lain. Beliau (Bahrun Naim) bukan dalang pelaku teror di Thamrin,” ujar Jibriel yang sempat kenal dekat dengan Bahrun.
Kronologi versi Untung
Berdasarkan kesaksian Untung yang ada di lokasi kejadian, serangan teror baru dia sadari ketika bom meledak di pos polisi persimpangan Sarinah, Thmarin. Saat dia hendak mengecek lokasi ledakan, ratusan warga sudah berlarian ke jalanan.
Saat itu, kata Untung, warga malah sibuk berfoto-foto. Tanpa diduga, suara ledakan terdengar dari depan Starbucks dan seorang berbaju hitam –yang belakangan diketahui sebagai Rais, satpam Bangkok Bank– tergeletak di tengah jalan.
Lihat juga:Rais Korban Teror Bom Thamrin Meninggal |
Di sanalah baru terjadi baku tembak dengan anggota kepolisian. Teroris juga sempat melemparkan bom rakitan ke arah petugas. Di situ pula bom yang berada di tangan Afif akhirnya meledak.
Total delapan orang tewas akibat peristiwa ini. Empat orang di antaranya adalah pelaku teror.
[Gambas:Video CNN] (agk)