"Enam orang mengetahui langsung karena pesan salah satu pelaku disampaikan ke enam orang itu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan dalam konferensi pers, Selasa (19/1).
Pelaku tersebut, kata Anton, berinisial D. Catatan CNNindonesia.com, pelaku berinisial D adalah Dian Joni Kurniadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dua orang sisanya, kata Anton, tidak mengetahui secara langsung mengenai aksi teror itu. Hanya saja, dia menegaskan, ada hubungan di antara mereka dengan peristiwa tersebut.
Dari pengembangan penyidikan terhadap aksi teror itu, telah ditangkap 13 orang yang diduga terkait. Namun, setelah disidik, empat orang di antaranya tidak terkait secara langsung.
"Mereka ini ada dua kelompok berbeda. Tapi ada komunikasi antara mereka," kata Badrodin.
Saat ini, kata dia, polisi masih mendalami apakah ada aktor intelektual di antara mereka. Sejauh ini, polisi menduga aksi tersebut didalangi Bahrun Naim, seorang warga Indonesia yang jadi petinggi Negara Islam Irak dan Suriah di Timur Tengah.
Empat orang korban dan empat pelaku tewas di lokasi kejadian. Sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan mesti menjalani perawatan. (bag)