“Ada beberapa kejanggalan, ketidaksesuaian keterangan antara karyawan dan beberapa saksi lain. Ada perkataan benar dan tidak benar. Itu nanti jadi kunci,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti usai rekonstruksi kasus di Restoran Olivier semalam, seperti dikutip dari Detikcom.
Krishna tidak menyebut identitas saksi yang berbeda keterangan. Namun empat pegawai Olivier dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut usai reka ulang kasus. Keempat karyawan itu ialah manajer restoran, pegawai yang menolong Mirna, dan yang menyaksikan kejadian berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggelar rekonstruksi di Olivier semalam, Polda Metro Jaya juga memeriksa delapan jam sahabat Mirna yang bersamanya saat minum kopi, Jessica Kumala Wongso.
Dalam rekonstruksi semalam, polisi mencoba meracik es kopi vietnam, minuman yang dipesan Mirna dan belakangan dinyatakan Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri positif mengandung sianida –zat beracun yang membunuh Mirna.
Keempat cangkir es kopi vietnam itu diracik untuk melihat perbedaan reaksi dan warna kopi. Waktu 51 menit dipilih karena selama itu pula kopi disajikan di atas meja hingga Mirna tiba di Olivier.
Mirna baru menyesap satu sedot es kopi vietnam di Olivier saat dia merintih kesakitan, kejang, kolaps, dan mulutnya mengeluarkan buih.
Lihat juga:Sianida di Kopi Mirna Bisa Bunuh 25 Orang |
Mirna dipesankan es kopi vietnam –yang menurut Jessica sesuai yang diminta Mirna, sedangkan Jessica dan Hani cocktail dan fashioned fazerac.
Kopi Mirna datang paling akhir, sekitar 40 menit setelah minuman Jessica dan Hani dihidangkan. Namun baru minum sedikit, Mirna kolaps dan akhirnya tewas di rumah sakit.