Menurut Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Ajun Komisaris Besar Arianto, Gafatar di Kalbar membubarkan diri pada 27 April 2015 lalu.
"Secara yuridis dan secara legalitas organisasi Gafatar di Kalbar sudah tidak ada," kata Arianto kepada CNN Indonesia, Rabu (20/1).
Meski tak menggunakan nama Gafatar, evakuasi tetap dilakukan polisi. Penyebabnya adalah protes warga sekitar terhadap keberadaan kelompok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya menolak, warga juga bertindak anarkistis dengan membakar beberapa tempat tinggal kelompok ini di Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur.
Beruntung saat pembakaran terjadi, semua anggota kelompok ini sudah dievakuasi. Saat ini sebanyak 1.119 orang anggota Gafatar ditampung di Detasemen Perbekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Kota Pontianak.
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kalbar akan menggelar rapat untuk menentukan pemulangan ke daerah asal para pengikut Gafatar ini.
Saat ini situasi di Mempawah dan Pontianak menurut Arianto kondusif. Pengamanan tetap diberikan kepada para anggota ini hingga mereka nanti dipulangkan ke daerah asal. (sur)