Saat dihubungi CNNIndonesia.com, Badrodin mengatakan jumlah anggota eks Gafatar di Mempawah itu mencapai 800 orang.
“Sementara ini evakuasi ke Pontianak. Untuk pengembalian belum tahu karena daerah asalnya banyak, tujuannya banyak,” ujar Badrodin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu lokasi permukiman eks Gafatar tersebut ada di Km 12 Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Sejumlah truk milik TNI berikut anggota dikerahkan guna mengevakuasi warga eks Gafatar tersebut.
Bupati Mempawah Ria Norsan kepada kantor berita Antara mengatakan, bahwa anggota eks Gafatar ini telah bersedia dikembalikan ke daerah asal memanfaatkan armada yang sudah disiapkan untuk pergi ke Pontianak.
Untuk pemulangan ke daerah asal, rencananya akan menggunakan kapal laut. "Kita sudah tangani soal dana pemulangan mereka sesuai kemampuan, mengenai aset-aset mereka semua nanti juga akan kami urus," ujar Ria seperti dikutip dari Antara.
Warga eks Gafatar yang umumnya berasal dari Pulau Jawa itu mengaku pasrah dan akhirnya berkenan menerima tawaran evakuasi menyusul 10 perwakilan mereka yang sejak Senin (18/1) malam sekitar pukul 23.30 WIB sudah terlebih dahulu dievakuasi ke Polda Kalbar. (adt)