Ahok Diminta Hati-hati Bicara Soal Ancaman Bom Teroris

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2016 00:10 WIB
Ahok Diminta Hati-hati Bicara Soal Ancaman Bom Teroris Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama menyalami anak-anak saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Rusun Karet Tengsin, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhati-hati dalam membicarakan masalah ancaman bom dari teroris.

Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik mengatakan persoalan teroris bukanlah ranah Pemerintah Provinsi DKI untuk mengomentarinya. Maka dari itu ia mengimbau agar Ahok berhati-hati dalam mengeluarkan pendapat.

"Ahok harus hati-hati dalam bicara, teroris itu ancaman dunia dan kita sebagai masyarakat bertanggung jawab terhadap keamanan di lingkungannya. Jika itu terjadi di Jakarta maka kami serahkan ke polisi," kata Taufik saat ditemui di gedung DPRD DKI, Kamis (21/1).


Taufik menambahkan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, lebih mengetahui kebutuhan untuk menghadapi kelompok teroris yang beredar di ibu kota. Komentar yang dikeluarkan Ahok pun, yang dianggap Taufik menantang, haruslah sesuai dengan kebutuhan.

Taufik juga meminta jangan ada pihak yang mengatakan bahwa Jakarta tak aman sejak ada serangan teror bom di Jl. MH Thamrin, pekan lalu. Teroris adalah persoalan dunia dan masyarakat perlu disadarkan soal itu.

"Kami mengapresiasi langkah Polda memecahkan kasus teroris," ujar Taufik.

Sebelumnya Ahok mengatakan bahwa dirinya sudah pernah mendapatkan ancaman teror semenjak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Namun begitu dia menegaskan tak takut dengan adanya ancaman tersebut.

"Kami dapat sejak tahun lalu sudah dapat, jadi tak perlu takut biasa saja," kata Ahok saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (20/1).

Ahok menjelaskan bahwa hidup seseorang sudah diatur oleh Tuhan mereka masing-masing, termasuk dirinya. Mulai dari kapan dia lahir hingga kapan dia akan meninggal, semuanya sudah diatur.

Maka dari itu, Ahok memperlihatkan raut wajah biasa saja saat mengetahui dia menjadi target teror para kelompok radikal di Indonesia.

"Hidup orang sudah dicatat, mau sampai kapan (hidupnya) jadi berserah saja. Tuhanlah yang menentukan nasib kita semua," kata Ahok. (obs/obs)