Langkah antisipatif kepolisian tersebut, menurut Hermawan, merupakan salah satu kunci penanggulangan aksi teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu.
"Sejak November, semua gedung di kawasan Thamrin itu dijaga Pam Obvit sehingga pada waktu pelaku mulai menembak, polisi datang dengan cepat," ujarnya di Gedung LIPI, Jakarta, Jumat (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sentimen ISIS Menguat Pasca Teror di Thamrin |
Meskipun menempatkan personelnya di kawasan-kawasan sekitar Istana Negara, ia menyebut kepolisian tidak tahu kapan pelaku teror berencana melaksanakan niatnya.
Dari deteksi itu, kepolisian menemukan banyak kode dan tulisan dalam bahasa arab gundul.
Adapun, Hermawan mengatakan pelaku teror tidak kunjung melancarkan serangan ke Jakarta pada dua bulan terakhir di 2015 karena Polri mengerahkan 80 persen kekuatan mereka saat itu.
Ia berkata, para pelaku, yang terindetifikasi sebagai Ahmad Muhazin, Muhammad Ali, Afif alias Sunakin dan Dian Joni Kurniadi, meneror Jalan MH Thamrin untuk menarik perhatian publik. "Jalan itu kerap dilintasi presiden," katanya. (pit)