"Teknologi semakin canggih, mobilitas orang dan barang semakin cepat. Dapat terlihat dengan masuknya paham yang dapat memengaruhi kondisi masyarakat," ujarnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengimbangi masalah ini, kata Badrodin, Polri mesti meningkatkan kemampuan dan upaya di bidang teknologi dan informasi. "Jadi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan setiap permasalahan."
Polri, kata dia, dituntut untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun ini.
Sementara itu, di internal Polri sendiri masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah penataan pembinaan personel yang belum selesai.
"Track record (rekam jejak) anggota Polri harus dapat diselesaikan di 2016," ujarnya. "Selama ini kita tidak punya itu, hanya catatan pangkat dan jabatan saja."
Acara ini dihadiri perwakilan lembaga negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Komisi Yudisial, Ombudsman dan Komisi Kepolisian Nasional. Pejabat yang tampak hadir di antaranya adalah Ketua KPK Agus Rahardjo dan wakilnya, Basariah Pandjaitan; serta Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso.
(obs)