Jokowi di Rapim TNI-Polri: Era Kompetisi Adang Indonesia

Utami Diah Kusumawati, Rinaldy Sofwan Fakhrana , CNN Indonesia | Jumat, 29/01/2016 10:09 WIB
Jokowi di Rapim TNI-Polri: Era Kompetisi Adang Indonesia Presiden Joko Widodo (tengah) saat memberikan keterangan pada wartawan seusai membuka Rapat pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, Selasa, 3 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengingatkan adanya era kompetisi yang terbuka di depan Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi mengimbau kepada seluruh pihak untuk merespons perubahan global dengan meningkatkan produktivitas, etos kerja, dan daya saing.

"Inilah era kompetisi yang sudah kita masuki. Kuncinya ada di produktivitas, di etos kerja, dan di daya saing," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan TNI-Polri di Gedung PTIK, Jakarta, Jumat (29/1).

Lebih jauh, Jokowi juga meminta agar masyarakat Indonesia mulai meninggalkan pola-pola lama, cara lama dan tradisi lama yang menyebabkan ketidakbisaan untuk cepat merespons perubahan global.


Jokowi kemudian menyebutkan adanya era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menandai terbukanya persaingan dan kompetisi di Indonesia. "Ini baru satu blok lingkup regional Asia," kata Jokowi.

Selain MEA, Jokowi juga mengingatkan adanya blok Trans Pasific Partnership di mana Indonesia masuk dalam kalkulasi dan perhitungan perjanjian perdagangan yang mendorong liberalisasi di kawasan Asia Pasifik tersebut. Kompetisi lainnya, kata Jokowi, seperti lingkup perdagangan Uni Eropa dan ICRP China.

"Mau tidak mau kita mesti berhitung dan berkalkulasi. Karena kalau tidak barang-barang kita masuk ke sama dipajakkin 15-20 persen," kata Jokowi.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang disampaikan Jokowi. Pada 2016 ini, katanya, pemerintah terfokus pada peningkatan ekonomi nasional.

"Menyikapi hal tersebut TNI dan Polri mengerahkan segala daya upaya guna menjaga keamanan dan kedaulatan negara," kata Badrodin.

Dia mengatakan hal tersebut akan dilakukan lewat optimalisasi di segala sektor dan peningkatan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

"TNI sebagai garis depan penjaga kedaulatan negara dan Polri sebagai garis depan penjaga keamanan berkomitmen mendukung kebijakan Bapak Presiden," ujarnya.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah pejabat menghadiri acara tersebut. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso.

Acara diikuti 173 orang pejabat TNI-Polri. Di antaranya adalah 67 pejabat utama TNI, 42 pejabat utama Polri dan sisanya perwira serta pengawas internal-eksternal masing-masing institusi.

(obs)