"Gafatar tidak bisa disamaratakan. Ada yang memiliki ideologi yang sangat kuat terhadap keyakinan ini. Adapula yang hanya operator, jadi dia bukan pemikirnya melainkan bertugas menyebarluaskan paham ini. Dan terakhir adalah pengikutnya yang kami maknai sebagai korban," kata Lukman seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (2/2).
Lukman mengatakan hingga saat ini pemerintah masih dalam tahap pemulangan warga eks anggota Gafatar. Ia mengimbau kepada masyarakat setempat agar mau menerima mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakor hari ini dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menag Lukman Hakim, Mensos Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.
Puan mengatakan sejauh ini terdapat 5.764 warga eks Gafatar dari Kalimantan Barat yang ditampung, di antaranya berada di Jakarta sebanyak 3.004 orang, Semarang sebanyak 1.752 orang, Surabaya sejumlah 727 orang, dan Makassar sejumlah 281 orang.
Lihat juga:Bareskrim Sidik Gafatar soal Penistaan Agama |