Jokowi Undang 30 Selebriti Medsos ke Istana

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Selasa, 02/02/2016 16:40 WIB
Jokowi Undang 30 Selebriti Medsos ke Istana Presiden Joko Widodo (kedua kanan) bersama Mensesneg Pratikno (kanan), Kepala Staf Presiden Teten Masduki (kedua kiri) serta komedian Dorce Gamalama (kiri) tertawa lepas saat berdialog dalam makan malam bersama komedian nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/12). (Antara Foto/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengundang tiga puluh selebriti media sosial ke Istana Negara pada Selasa (2/2) siang. Pertemuan tersebut membahas persoalan yang sedang aktif dibicarakan di media sosial.

"Kami diundang oleh pihak Istana lewat medsos. Saya, misalnya, dapat Direct Message (DM) dari pihak Istana untuk datang ke sini," kata Rudi Valinka, salah satu selebtweet yang terkenal dengan akun @Kurawa, saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa.

Addie MS, konduktor yang juga aktif di Twitter dengan akun @addiems, menjelaskan dalam pertemuan dengan Jokowi banyak masukan yang disampaikan oleh para selebriti medsos tersebut.


"Enggak ada puja puji ke Presiden di dalam kami memberikan masukan," kata Addie.
Ridwan Habib, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, yang juga aktif di media sosial mengatakan masukan-masukan yang diberikan di antaranya mengenai cara Jokowi untuk bermedia sosial.

"Beberapa dari kami menilai Pak Jokowi kalau bermain Twitter terlalu kaku. Namun, Pak Jokowi jawab,'saya kalau Twitter dan Facebook terus enggak kerja-kerja',"kata Ridwan.

Teror Thamrin dan Kereta Cepat

Ridwan mengatakan dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga mengajak para selebriti medsos untuk membicarakan beberapa topik yang ramai disoroti publik, seperti di antaranya teror Thamrin dan pro kontra kereta cepat.
"Soal teror Pak Jokowi cerita kalau tidak takut. Presiden berkunjung ke TKP pun masyarakat. Hal itu untuk menunjukkan Indonesia bisa menang melawan teror," kata Ridwan.

Sementara itu, soal kereta cepat, Rudi mengatakan Jokowi paham akan banyaknya pertanyaan muncul dari publik, terutama mengenai mengapa pembangunan tidak dilakukan di wilayah timur Indonesia terlebih dahulu.

Namun, Jokowi, kata Rudi menjelaskan pembangunan kereta cepat dimulai di pulau Jawa dulu karena dinilai lebih memungkinkan dan layak dari segi geografi.

"Kata Pak Jokowi mulai di Jawa dulu kalau berhasil akan dilanjutkan di luar Jawa," kata Rudi. "Yang terpenting memulai dulu."
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, selebriti medsos yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Ulin Yusron, Addie MS, Rudi Valinka, Teddy Kejora, Ridwan Habib dan Rustam Ibrahim. (pit/pit)