Indikasi Syaiful selamat, menurut Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Mayor Sus Hamdi Londong Allo SS, terlihat dari kursi Syaiful yang kosong saat bangkai pesawat dievakuasi.
Artinya, kata Londong, Syaiful kemungkinan besar sempat menggunakan kursi lontarnya untuk keluar dari pesawat yang menukik jatuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini Syaiful belum ditemukan dan Tim Gabungan masih mencarinya.
Menurut Djoko, hanya ada dua orang yang berada dalam pesawat Super Tucano itu, yakni pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan kopilot atau teknisi mesin Syaiful.
Sementara keberadaan Syaiful masih dicari, nyawa pilot tak berhasil diselamatkan. Mayor Penerbang Ivy Safatillah meninggal dunia di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
Londong mengatakan, Super Tucano jatuh ketika sedang terbang usai menjalami perawatan. “Pesawat tersebut sedang uji terbang karena baru selesai diperbaiki,” ujarnya.
Super Tucano ditemukan menimpa rumah warga pada pukul 10.07 WIB setelah hilang kontak 10 menit sebelumnya, pukul 09.57 WIB. Pesawat jatuh di permukiman padat penduduk tak jauh dari Lanud Abdul Rachman Saleh.
Pesawat itu memiliki 300 jam terbang dan menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam kondisi layak serta tergolong baru.
Super Tucano sudah lama beroperasi di negara-negara Amerika Latin. Pesawat ini dikenal unggul soal daya jelajah, dan mampu terbang dari Malang ke Balikpapan di Kalimantan Timur dengan membawa alat tempur lengkap.
Dari 16 Super Tucano yang pertama kali dipesan Indonesia pada 2011, sebanyak 12 unit telah tiba dan dioperasikan di Indonesia, dan delapan di antaranya ditempatkan di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang.