Senin malam (15/2), Badrodin menjelaskan Polri kesulitan untuk mendeteksi apakah aliran dana yang masuk dari negara-negara Timur Tengah adalah dana untuk teroris.
Belum lagi, negara yang jadi sumber dana, seperti Suriah, saat ini sedang dalam keadaan konflik, bahkan perang saudara. Selain itu, identitas penerima dan pengirim juga sulit untuk diketahui apakah dari pelaku teror atau bukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka dapat aliran dan dari mana-mana. Ada yang masuk ke Filipina untuk beli senjata, lalu masuk ke jaringan Poso dan ada yang diambil secara tunai," ujar Badrodin.
Sementara untuk pelaku yang tewas dalam serangan tersebut, ada aliran dana ke rekeningnya sebesar Rp900 ribu.
Serangan yang terjadi pada Januari lalu memakan empat korban jiwa dan menewaskan empat pelaku. Sementara puluhan lainnya luka-luka dan mesti dirawat di rumah sakit. (pit)