Ahok, sapaan Basuki, menyatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan bahwa Jakarta lebih butuh jalan arteri daripada jalan tol dalam kota untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota.
"Jadi Jakarta tak lagi mengarahkan ke pembangunan jalan tol, yang akan kami bangun adalah jalan arteri layang," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami saja yang kerjakan, nanti kami cari cara bagaimana formatnya karena bisa saja kami berikan ke kontraktor untuk membangun dan kami tinggal beli," kata Ahok.
Kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari rencana Pemprov DKI Jakarta yang hendak menambah jumlah ruas jalan tol dalam kota sebanyak 6 jalur hingga 2018 mendatang.
Keempat ruas tol dalam kota yang akan dibangun adalah jalan tol tujuan Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, dan Pasar Minggu-Casablanca. Total, proyek pembangunan enam ruas jalan tol tersebut akan memakan dana sekitar Rp 41 triliun.