Razman mengungkapkan, warga Kalijodo tak ada yang ikut dalam kesempatan kali ini dikarenakan agenda hari ini hanya menyampaikan surat saja. Sebagai catatan, surat yang diberikan pada pimpinan DPRD berisi ajakan untuk melakukan audiensi.
"Kami maunya bertemu Ketua DPRD DKI, tapi jika tak ada stafnya saja. Kali ini kan yang penting memberikan surat," kata Razman saat ditemui di gedung DPRD DKI, Selasa (16/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memberikan surat ke pimpinan DPRD DKI, Razman sempat menyinggung masalah kompensasi yang diinginkan warga seandainya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan aksi penertiban di Kalijodo.
"Pemerintah harus memberikan kompensasi yang wajar dan pantas sehingga mereka (pemerintah) tak melakukan yang namanya menyakiti masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya setelah menyambangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk melapor soal rencana penertiban kawasan Kalijodo, Abdul Aziz alias Daeng Aziz beserta sejumlah warga mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta untuk melaporkan hal yang sama.
Namun sayang, perjalanan mereka ke DPRD DKI harus berakhir sia-sia lantaran tak ada anggota atau pimpinan DPRD yang menyempatkan untuk menyambutnya.
Daeng Aziz beserta warga tiba di gedung DPRD DKI sekitar pukul 12.30 WIB, dia beserta rombongan pertama-tama mendatangi gedung baru DPRD DKI. Tak lama dari sana, mereka langsung keluar untuk menuju ke gedung lama DPRD DKI.
"Saya bertemu wakil rakyat untuk menjelaskan secara tuntas agar tak ada tumpang tindih," kata Daeng di gedung DPRD DKI, Senin (15/2).
Lihat juga:Cerita Remy Sylado Soal Asal Mula Kalijodo |