"Harusnya Daeng Azis itu tobat, dia itu kan orang kaya," kata Rustam saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/2).
Menurut Rustam, keberadaan Daeng Azis saat ini tidak bisa diprediksi lantaran sulit untuk ditemui. Jangankan Wali Kota, kata dia, Polres Jakarta Utara pun tak mampu menemukan keberadaan Daeng Azis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia itu punya dua kafe dan dua tempat gituan. Bahkan kafenya itu juga merangkap sebagai tempat gituan," ujar Rustam.
Hari ini sekitar 50 anggota Satpol PP ditemani 20 anggota kepolisian dan 10 anggota TNI menyerahkan surat peringatan (SP) 1 kepada warga yang tinggal di Kalijodo. SP1 tersebut baru awal dari rentetan SP yang mungkin diberikan seandainya peringatan pertama tak digubris oleh warga.
SP1 yang dilayangkan Pemprov DKI kepada warga Kalijodo berimbas pada keberadaan warga di sana. Para wanita penghibur yang berada di kawasan Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, dikabarkan telah kembali ke kampung halamannya masing-masing sejak Selasa (16/2) lalu.
"Sekarang sepi di kontrakan. Semua udah pada pergi rombongan ke kampungnya. Udah ga ada lagi mereka (wanita penghibur) di sini," kata Badriah kepada CNNIndonesia.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Kamis (18/2).
Rata-rata para wanita penghibur yang biasa bekerja di Kalijodo disebut berasal dari Lampung dan Jawa Barat. Badriah berkata, mereka sudah tidak lagi bekerja di kafe-kafe yang berada di Kalijodo karena sepinya pengunjung beberapa hari terakhir.