Sukabumi Antisipasi Eksodus PSK Kalijodo

Gilang Fauzi, CNN Indonesia | Selasa, 01/03/2016 23:18 WIB
Sukabumi Antisipasi Eksodus PSK Kalijodo Ilustrasi prostitusi (bogdanripa/morgueFile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengantisipasi terjadinya eksodus perpindahan pekerja seks komersial (PSK) atau wanita pekerja seks (WPS) asal Kalijodo, DKI Jakarta ke Kota Sukabumi.

"Tidak menutup kemungkinan ada WPS yang mencari peruntungan di Kota Sukabumi, setelah tempat bermukim dan bekerjanya tersebut digusur oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Plt Dinsosnakertrans Kota Sukabumi Hudi K Wahyu di Sukabumi, Selasa (1/3).
Untuk mengantisipasi terjadinya eksodus WPS Kalijodo tersebut, Hudi melakukan koordinasi dengan pihak terkait khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat guna melakukan pendataan yang hasilnya akan diserahkan kepada Wali Kota Sukabumi, M Muraz untuk mengeluarkan kebijakan.

"Kami sudah merencanakan untuk melakukan pendataan khususnya ke tempat-tempat rawan terjadinya tindak prostitusi seperti tempat hiburan malam, tempat kos/kontrakan dan lain-lain," tambahnya.
Di sisi lain, Hudi mengatakan pihaknya akan memberikan pembinaan terhadap WPS yang terjaring razia, namun untuk tindakan refresif merupakan tugas dari Satpol PP sebagai aparat penegak peraturan daerah (perda). Antisipasi seperti ini perlu dilakukan, terlebih jarak Jakarta-Sukabumi yang cukup dekat tidak menutup kemungkinan adanya WPS Kalijodo yang memilih beroperasi di Sukabumi.


Dalam pembinaan tersebut, pihak dinas akan melibatkan pemuka agama maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI). WPS yang terjaring tidak hanya dibina tetapi lebih ke arah dirumahkan dengan cara diberikan keterampilan agar bisa membuka usaha sendiri dan tidak lagi terjun ke dunia prostitusi.

"Kami juga bekerjasama dengan panti rehabilitasi sosial milik Kementerian Sosial RI di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sehingga para WPS ini tidak hanya dirazia saja setelah itu dilepas, tetapi lebih ke arah pemberian pembinaan dan pelatihan," katanya.
(Antara/yns)