Warga Kolong Tol Seberang Kalijodo Bergegas Pindah

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Selasa, 01/03/2016 14:30 WIB
Warga Kolong Tol Seberang Kalijodo Bergegas Pindah Setelah pembongkaran Kalijodo, Pemprov DKI Jakarta akan segera menertibkan pemukiman di bawah kolong tol. (CNN Indonesia/Alfani Roosy Andinni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga yang tinggal di pemukiman kolong Jalan Tol Pluit-Tomang di kawasan Teluk Intan, seberang Kalijodo, mulai bergegas pindah dari kediamannya, Selasa (1/3) siang ini.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com warga kawasan kolong tol tersebut mulai sibuk memasukkan barang-barang milik mereka ke dalam truk dan kendaraan pengangkut sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi. Mereka bergegas setelah mendapat surat seruan dari Kecamatan Penjaringan untuk pergi dari kolong jalan tol, Senin (29/2) kemarin.

"Surat pemberitahuan baru dikasih kemarin, ada tandatangan Camatnya. Katanya disuruh pergi dari sini dalam waktu 1x24 jam," ujar salah satu warga kolong tol Pluit-Tomang, Nurhayati, di Jalan Kepanduan I, Jakarta Utara.


Deretan pemukiman di kolong tol Pluit-Tomang terletak tepat di seberang Jalan Kepanduan II, lokasi eks Kalijodo berada. Kawasan tersebut dan Kalijodo hanya dipisahkan oleh Kali Muara Angke yang membentang dari Jakarta Barat.

Menurut Nurhayati, sebelum surat seruan diberikan kemarin tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada penghuni kolong tol Pluit-Tomang untuk meninggalkan kediamannya.

"Pemberitahuannya mendadak, baru kemarin. Makanya saya bingung juga mau ke mana. Ini barang-barang mau dikirim dulu lah ke kampung di Ngawi," ujar salah satu warga kolong tol Pluit-Tomang yang enggan menyebutkan namanya.

Bangunan Liar

Saat ditemui di kesempatan berbeda, Asisten Pemerintahan Kota Jakarta Utara Rusdianto mengatakan bahwa surat seruan diberikan kepada warga kolong tol karena mereka terbukti menempati lahan negara selama ini.

Rusdianto berkata, di atas lahan kolong tol Pluit-Tomang seharusnya tidak boleh ada bangunan yang berdiri. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta meminta warga di sana untuk segera pindah dari kediamannya.

"Mulai 1 Maret sesuai yang disampaikan Gubernur melalui Wali Kota, kolong tol sisi barat Kalijodo (dikosongkan). Hari ini berangsur pindah masyarakat yang mendiami kolong tolong. Sesuai aturan tidak boleh ada bangunan aktivitas dan rumah tinggal, aktivitas usaha, di kolong tol. Ini bisa dibilang liar," ujar Rusdianto. (pit/pit)