"Harapan saya agar diganti saja Jaksa Agungnya. Jaksa agung yang sekarang ini jelas membohongi kami para korban, sangat mengecewakan," kata perwakilan orangtua korban, Ruyati Darwin saat ditemui usai konferensi pers di kantor Kontras, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Rabu (2/3).
Ruyati adalah ibu korban Tragedi Mei 1998. Putranya, Eten Karyana tewas bersama ratusan orang dalam kasus pembakaran Gedung Jogja Plaza di Klender, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat menyakitkan banget. Sudah anak saya jadi korban, jadi abu, sekarang saya mengurus untuk menuntut keadilan, dibilang (Jaksa Agung) tidak ada bukti," kata Ruyati dengan mata berkaca-kaca.
Sementara Paian Siahaan, orangtua Ucok Munandar Siahaan korban penculikan 1998, mengatakan rekonsiliasi tidak mungkin dilakukan pada korban penculikan. Anaknya bersama 13 orang lainnya belum ditemukan keberadaannya hingga kini.
"Tidak mungkin dilaksanakan rekonsiliasi. Karena orangnya sendiri tidak jelas keberadaannya, sudah mati atau belum, jadi bagaimana mau rekonsiliasi. Kami tetap minta supaya dilakukan pencarian," kata Paian dalam kesempatan yang sama.
Lihat juga:Berbagai Pelanggaran HAM Sepanjang 2015 |