BNPB: Gempa Bukan di Segmen Mentawai, tapi di Samudra Hindia

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 03/03/2016 16:53 WIB
BNPB: Gempa Bukan di Segmen Mentawai, tapi di Samudra Hindia Ilustrasi. (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meminta agar sebutan gempa ‘Mentawai’ diubah menjadi gempa ‘Samudra Hindia.’
 
"Gempa tadi malam 7,8 Skala Richter itu gempa Samudra Hindia karena berada di bagian dari Samudra Hindia, bukan di segmen Mentawai," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (3/3).
Penyebutan ‘Mentawai’ sebagai nama gempa, kata Sutopo, menimbulkan kepanikan dan keresahan masyarakat di wilayah tersebut.
 
"Karena selama ini sudah diketahui oleh banyak pihak, baik pemerintah daerah dan masyarakat, tentang ancaman potensi gempa bumi dan tsunami di Mentawai megathrust," ujar Sutopo.

Jika gempa benar-benar terjadi di Mentawai, kata Sutopo, maka potensi tsunaminya besar. Sementara gempa semalam berada di titik lempeng yang berkarakter mendatar.
 
"Tsunami terjadi jika lempeng vertikal saling bergesekan atau sesar naik, sedangkan yang kemarin hanya sesar geser," ucap Sutopo.
 
Sutopo mengatakan, titik gempa di perairan Samudra Hindia sekitar Kepulauan Mentawai masih menyimpan potensi gempa di kemudian hari karena masih terdapat segmen energi yang tersandera dan menunggu waktu untuk dikeluarkan.
Meski demikian, Sutopo meminta agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari aparat jika bencana gempa terjadi. Respons masyarakat atas gempa tadi malam, dinilai BNPB sudah baik.

Informasi terakhir yang dihimpun BNPB hingga pukul 09.30 WIB pagi tadi, gempa susulan dengan skala kecil terjadi 11 kali. Sementara berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di sepanjang wilayah barat pantai Sumatra, belum ditemukan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur akibat gempa.


(agk)