Pascagempa, Kapal Diminta Hati-hati Lintasi Samudra Hindia

Anggi Kusumadewi, CNN Indonesia | Kamis, 03/03/2016 10:56 WIB
Pascagempa, Kapal Diminta Hati-hati Lintasi Samudra Hindia Ilustrasi. (REUTERS/Tim Wimborne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) meminta para anggotanya untuk berhati-hati saat melintasi Samudra Hindia pascagempa berkekuatan 7,8 Skala Richter menghantam barat daya Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Imbauan tersebut dikeluarkan sekalipun peringatan tsunami telah dicabut.

"Kami menghimbau semua anggota untuk meningkatkan kewaspadaan saat melalui lintasan tersebut, sebab dikhawatirkan terjadi gempa susulan di sekitar Samdera Hindia mengingat awal gempa semalam cukup besar," kata Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia, Kamis (3/3).
INSA meminta kapal-kapal terus memantau ketat kondisi sekitar melalui alat komunikasi kapal dan radio operasi pantai. Awak kapal juga diminta terus memperbarui peringatan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan melalui Maklumat Pelayaran atau informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Andai ada peringatan dini gempa susulan, kapal-kapal diminta langsung mengubah jalur lintasan untuk menghindari hal buruk.


"Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa yang terjadi di sekitar 636 kilometer dari bibir pantai Mentawai tersebut memang jenis gempa bumi dangkal. Namun untuk menghindari bahaya yang terjadi, kami harapkan para anggota dapat meningkatkan kewaspadaan," kata Carmelita.

Pagi tadi, gempa bumi susulan kembali terjadi dengan lokasi di sekitar 598 kilometer barat daya Kepulauan Mentawai. Gempa susulan itu berkekuatan 5,8 SR dan terjadi pada kedalaman 10 km. Tak ada peringatan tsunami akibat gempa tersebut.
Gempa 7,8 SR yang semalam mengguncang Mentawai membuat warga panik. Penduduk bergegas menuju bukit-bukit tinggi. Sejauh ini tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (agk)