Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan tidak ada hubungan antara teroris dengan jatuhnya heli yang membawa 13 prajurit termasuk kru pesawat nahas tersebut.
"Tidak ada itu (hubungan teroris). Itu terlalu mengada-ada. Sebagai umat beragama itu adalah musibah karena Allah. Tidak usah direkayasa kejadiannya," kata Longki di Palu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi |
Menurut dia, helikopter yang membawa 13 orang tersebut jatuh karena cuaca ekstrim saat hendak mendarat di bandara Kasiguncu, Kabupaten Poso. "Itu murni kecelakaan," ucapnya.
"Selama ini beliau lebih banyak berdomisili di Poso. Ini karena tugas negara," ujarnya.
Menurut Longki, Danrem bersama perwira TNI lainnya yang gugur dalam kecelakaan pesawat tersebut sedang melaksanakan tugas negara dalam rangka menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Longki menambahkan, Danrem adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya.
Dirinya terakhir kali bertemu dengan Danrem saat seremonial pisah sambut Kapolda lama Brigen Pol Idham Aziz ke Kapolda yang baru Brigjen Pol Rudy Sufahriadi pada Selasa (15/3).
"Beliau duduk di samping saya. Beliau adalah pemimpin sangat bertanggungjawab," kata Longki.
(antara/obs)