Dalam Operasi Tinombala, kepolisian menargetkan waktu penangkapan Santoso selama 60 hari. Belakangan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memperpanjang operasi tersebut hingga dua bulan ke depan.
Namun Luhut tidak peduli, walaupun nantinya waktu yang ditentukan telah habis, perburuan terhadap Santoso tetap akan dilanjutkan hingga pimpinan kelompok teroris itu tertangkap.
"Enggak apa-apa (melebihi waktu yang ditargetkan), kami cari terus sampai dapat," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi, menyatakan siap memimpin operasi tersebut. Dia belum berencana mengganti strategi dalam memimpin perburuan Santoso.
"Saya kejar Santoso di manapun dia berada," kata Rudy.
Rudy mengatakan, kondisi geografis dan hutan belantara di Sulawesi Tengah menyulitkan aparat dalam memburu Santoso Cs. Dia berharap bantuan militer dapat memudahkan perburuan yang tak kunjung berakhir ini.
"Dibutuhkan memang bantuan TNI. Presiden sudah bilang operasi harus gabungan. Apalagi medannya seperti itu," kata Rudy.
Operasi gabungan TNI dan Polri tersebut diwarnai insiden jatuhnya helikopter TNI yang membawa para prajurit yang bertugas memburu Santoso.