Menko Luhut: Cari Terus Santoso Sampai Dapat

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Senin, 21/03/2016 13:19 WIB
Meski jangka waktu Operasi Tinombala untuk memburu Santoso sudah habis, Luhut menyatakan perburuan pada pemimpin kelompok teror itu akan terus dilakukan. Menkopolhukam Luhut Binsar Padjaitan menyatakan akan tetap mengajar Santoso di Poso. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah akan terus memburu pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah dan kelompoknya yang ada di Poso, Sulawesi Tengah.

Dalam Operasi Tinombala, kepolisian menargetkan waktu penangkapan Santoso selama 60 hari. Belakangan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memperpanjang operasi tersebut hingga dua bulan ke depan.

Namun Luhut tidak peduli, walaupun nantinya waktu yang ditentukan telah habis, perburuan terhadap Santoso tetap akan dilanjutkan hingga pimpinan kelompok teroris itu tertangkap.

"Enggak apa-apa (melebihi waktu yang ditargetkan), kami cari terus sampai dapat," kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/3).


Operasi Tinombala merupakan sebuah operasi gabungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi, menyatakan siap memimpin operasi tersebut. Dia belum berencana mengganti strategi dalam memimpin perburuan Santoso.

"Saya kejar Santoso di manapun dia berada," kata Rudy.

Menurutnya, jumlah personel yang ada sekarang dinilai telah mencukupi. Namun, kata Rudy, bantuan dari Kopassus akan sangat membantu operasi tersebut.

Rudy mengatakan, kondisi geografis dan hutan belantara di Sulawesi Tengah menyulitkan aparat dalam memburu Santoso Cs. Dia berharap bantuan militer dapat memudahkan perburuan yang tak kunjung berakhir ini.

"Dibutuhkan memang bantuan TNI. Presiden sudah bilang operasi harus gabungan. Apalagi medannya seperti itu," kata Rudy.

Operasi gabungan TNI dan Polri tersebut diwarnai insiden jatuhnya helikopter TNI yang membawa para prajurit yang bertugas memburu Santoso.
(sur/sur)