Tito Karnavian: Tangkap Santoso Cuma Soal Waktu

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Senin, 21/03/2016 13:31 WIB
Kapolri menegaskan Operasi Tinombala akan terus berjalan meski helikopter TNI yang membawa 13 prajurit yang terlibat dalam operasi itu, jatuh di Poso kemarin. Kepala BNPT Inspektur Jenderal Tito Karnavian optimistis aparat keamanan dapat segera menangkap Santoso. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Inspektur Jenderal Tito Karnavian optimistis aparat keamanan dapat segera menangkap Santoso alias Abu Wardah, pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur di Poso, Sulawesi Tengah.

"Untuk operasi saya yakin teman di sana (Polri dan Tentara Nasional Indonesia) sudah cukup mampu, dan mereka sudah mempunyai peta yang cukup," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (21/3).

Tito yakin Operasi Tinombala yang dilaksanakan Polri dan TNI sudah berjalan baik. Terlebih, Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi dan Panglima Daerah Militer Wirabuana Mayor Jenderal Agus Surya Bakti yang bertugas di wilayah itu sebelumnya sudah berpengalaman di BNPT.


"Saya pikir kelompok ini kelompok kecil, kurang lebih 20-23 orang saja. Masalahnya adalah hutan dan gunung-gunung," kata Tito. "Menguasai medan hanya masalah waktu saja."
Tito mengatakan BNPT akan lebih banyak berperan dalam pendekatan lunak terhadap para pendukung jaringan radikal di Poso. Sementara untuk operasi, dia memercayakan sepenuhnya kepada Polri dan TNI.

Sementara itu, Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan sudah mendeteksi lokasi-lokasi keberadaan para teroris. Namun dia tidak bisa menjelaskan hal tersebut lebih jauh.

"Itu nanti, dinamika kami di lapangan. Kami tidak bisa sebutkan," ujar Badrodin.

Dia juga mengatakan Operasi Tinombala akan terus berjalan meski ada kecelakaan helikopter TNI yang membawa 13 prajurit yang terlibat dalam operasi itu kemarin.

"Tidak terhenti dengan musibah seperti ini," tegas Badrodin.
Santoso adalah salah satu buron teroris paling dicari di Indonesia. Dia diduga bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror lebih dari satu dekade ini.

Belakangan dia juga menyatakan berafiliasi kepada Negara Islam Iraq dan Suriah alias ISIS. Hal itu juga tampak dari lambang kelompok teror asal Timur Tengah itu dalam video ancaman terhadap Istana Negara yang diunggah Santoso akhir tahun lalu.
(agk)