Bertemu Mendagri, Ahok Janji Hapus Lokalisasi Lain di Jakarta

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Senin, 21/03/2016 16:09 WIB
Bertemu Mendagri, Ahok Janji Hapus Lokalisasi Lain di Jakarta Alat berat meratakan bangunan saat eksekusi penggusuran kawasan Kaljodo, Jakarta Utara, Senin, 29 Februari 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berjanji menghapus lokalisasi selain Kalijodo di Jakarta. Komitmen itu terucap usai kesepakatan dirinya dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat makan siang bersama di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/3).

"Kalau hapus prostitusi saya tidak sanggup tapi kalau tutup lokalisasi saya bisa yang penting jangan banyak sosialisasi," kata Ahok usai pertemuan tersebut.

Ahok menyepakati komitmen penutupan lokalisasi ini juga untuk memperluas jalur hijau dan fasilitas umum di ibu kota Indonesia ini. Eks politikus Gerindra ini juga sepakat untuk tak mengalihkan lahan lokalisasi untuk perumahan dan mall.


Meski menyanggupi penghapusan lokalisasi, Ahok mengaku tak dapat menghapus praktik prostitusi. Alasannya, praktik tersebut marak dilakukan sekali pun di tempat privat seperti rumah dan apartemen.

"Saya tidak bisa hapus prostitusi. Tempat kos dan apartemen bisa jadi tempat prostitusi. Di rumah juga bisa, kantor juga bisa. Beliau (Tjahjo) bilang cuma tidak mau ada kampung kaya Kalijodo, kalau itu saya bisa. Kalau prostitusi kaya tukang pijat dan hotel susah," ucapnya.

Sementara itu, Tjahjo mengatakan pihaknya akan mengundang seluruh wali kota dan kepala daerah lainnya untuk mencontoh kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Risma dan Ahok menutup lokalisasi.

"Lokalisasi ditutup tidak untuk perumahan, tidak untuk mall, tetapi untuk fasilitas umum, jalur hijau dan sebagainya. Banyak kota-kota besar yang mempunyai lokalisasi, banyak yang di tengah kota. Kami ingin menertibkan," kata Tjahjo usai bertemu Ahok.

Kawasan lokalisasi dinilai mengganggu lingkungan sekitar dan ketertiban di wilayah tersebut. Untuk menghapus kawasan tersebut, Tjahjo meminta Risma dan Ahok untuk bercerita soal penertiban Kalijodo, Kramat Tunggak, Dolly di Surabaya, dan lainnya.

"(Pertemuan dengan Wali Kota) nanti menunggu semua Kepala Daerah hasil Pilkada serentak, nanti dipanggil oleh Bapak Presiden. sekaligus yang pertama nanti kita ajak keliling ‎ke DKI sama ke Surabaya, menyangkut lingkungan, KTP, narkoba, dan sebagainya," kata Tjahjo. (rdk)