Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia saat ini sedang mendalami informasi terkait para warga negara asing yang terlihat dalam potret tersebut.
Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Franky Sompie menjelaskan, informasi yang didalami institusinya berhubungan dengan penangkapan empat warga asing beretnis Uighur tahun 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus melacak apakah mereka datang lebih dulu atau setelah penangkapan empat WNA tahun 2014," ucapnya saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Kamis (24/3).
"Ada kemungkinan WNA lain juga masuk dengan jalur serupa," katanya.
Tak ingin kejadian yang sama berulang, Ronny pun mengatakan akan memperketat pemeriksaan imigrasi di seluruh pintu masuk menuju Indonesia, baik di pelabuhan, bandara, maupun perbatasan darat.
Menurutnya penguatan kemampuan anggota Imigrasi juga diperlukan agar dengan cepat dapat membedakan paspor asli dan palsu. "Ini memang harus dicermati dengan lebih tajam agar pencegahan bisa dilakukan," ujar Ronny. (abm)