"Untuk diketahui tadi jam 10.00 WITA telah terjadi kontak tembak di Poso," kata Gatot di Pangkalan TNI AU, Halim Perdanakusuma, Selasa (22/3).
Baku tembak terjadi antara aparat penegak hukum dengan terduga anggota kelompok teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Atas kejadian tersebut, ujarnya, dua orang tidak dikenal (OTK) meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang mereka (kelompok Santoso) sudah terkepung di daerah itu," kata Badrodin.
"Bisa saja pimpinannya tidak ada di tempat itu karena ada tempat-tempat yang lain," ujarnya.
"Itu yang mereka sebarkan. Kesulitan kami selama ini adalah geografis dan persoalan cuaca," kata Badrodin.
Sementara itu, Gatot mengatakan Operasi Tinombala akan tetap dilaksanakan oleh TNI/Polri.
"TNI/Polri terus melanjutkan Operasi Tinombala dan operasi apapun untuk menjaga keutuhan NKRI."
Operasi Tinombala merupakan operasi gabungan yang digelar oleh TNI/Polri untuk menangkap teroris Santoso alias Abu Wardah, pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur.
Operasi ini dimulai sejak 10 Januari awal tahun ini meneruskan Operasi Camar Maleo yang telah non aktif.
Perburuan Santoso telah berlangsung sepanjang tahun 2015, hingga kini belum juga berakhir.