Tak cuma dibekali pemahaman tentang bela negara, mereka juga bakal mendapat pelatihan kemiliteran untuk membentengi diri dari ancaman pihak luar.
“Kalau di sini (pusat) cuma pemahaman bela negara saja, di sana plus. Jadi kalau terjadi macam-macam, di sana rakyat tidak takut lagi. Akan dicoba latihan-latihan kemiliteran," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bela negara yang digelar di seluruh wilayah Indonesia ini dipandang Ryamizard penting karena makin beragamnya tantangan global yang dapat menciptakan kompleksitas ancaman.
Ancaman dapat hadir dalam bentuk fisik dan nonfisik. Meski ancaman fisik berupa perang terbuka belum ada, Ryamizard mengatakan ancaman nonfisik sudah terjadi, antara lain terorisme dan radikalisme, separatisme, pemberontakan bersenjata, bencana alam, pelanggaran perbatasan, penyalahgunaan narkoba, dan perang cyber intelijen.