"Ada berkas usulan terkait raperda Zonasi dan pantai utara (yang disita penyidik)," kata Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Muhammad Yuliadi, Sabtu (2/4) dini hari.
Yuliadi yang mendampingi para penyidik KPK pada penggeledahan itu mengatakan, berkas paling banyak diambil dari ruang bagian perundang-undangan kesekretariatan dewan yang terletak di lantai 5 gedung lama DPRD DKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total, penyidik KPK menggeledah enam ruangan di kantor legislatif Jakarta. Empat ruangan di antaranya merupakan ruangan yang sebelumnya telah disegel oleh para penyidik.
Dua ruangan lain yang tidak disegel tapi turut digeledah penyidik KPK adalah ruang Fraksi Partai Gerindra serta ruang kerja Ketua DPRD, Prasetio Edi Marsudi.
Yuliadi berkata, penyidik komisi antikorupsi menyita beberapa dokumen dari ruang kerja Prasetio. Namun Yuliadi enggan merinci isi dari berkas-berkas tersebut. "Ada beberapa file milik beliau (Prasetio)," katanya.
"Silakan tanya ke humas KPK," kata Novel saat ditemui tak lama setelah penggeledahan berakhir.
Seperti diberitakan, KPK menetapkan politikus Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi, sebagai tersangka kasus suap yang berkaitan dengan proses pembahasan dua rancangan peraturan daerah.
Kedua raperda tersebut akan mengatur rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau kecil di Provinsi DKI Jakarta serta tentang rencana tata ruang kawasan strategis pantai Jakarta Utara. (abm)