Ahok, sapaan Basuki, menjelaskan seharusnya 3in1 di Jakarta dihapus setelah sistem Electronic Road Pricing (ERP) atau sistem jalan berbayar terpasang di seluruh ruas jalan Jakarta. Namun karena ada keperluan mendesak maka proses penghapusan dilakukan lebih cepat.
"Sebenarnya saya mau menghapus 3in1 itu menunggu ERP tapi setelah melihat ada korban anak (maka dipercepat)," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan joki tersebut pun dijadikan alasan Ahok kenapa dia ingin menghapuskan 3in1 dari jalanan Jakarta karena menurutnya keberadaan joki itu membuast sistem 3in1 jadi tak ada artinya.
Rencananya uji coba penghapusan 3in1 akan dilakukan selama dua pekan terhitung mulai besok. Ahok pun belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena proses penghapusan belum dimulai.
"Kami akan lelang dan memutuskan saya mau membangun sendiri saja dan tak bekerja sama dengan swasta," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/4).
Basuki menjelaskan keputusan itu diambil agar Pemprov DKI tak diatur-atur oleh pihak swasta, terutama dalam hal masalah harga dari ERP itu sendiri. Menurutnya, pihak swasta bisa saja mematok harga tinggi yang belum tentu bisa diturunkan.
Ahok, sapaan Basuki, menilai keberadaan ERP bukan lagi masalah uang, tapi lebih kepada pengaturan terhadap lalu lintas di DKI Jakarta. Oleh sebab itu, langkah terbaik menurutnya adalah alat ERP disediakan secara pribadi tanpa bantuan dari pihak swasta.
"Silakan kami membeli alat agar bisa mengatur (sendiri) karena jika terikat dengan swasta sulit menurunkan harga. Kami bisa bertengkar dengan swasta karena tak mau menurunkan harga," katanya. (bag)