Izin Ground Handling Halim Perdanakusuma Dibekukan

Hafizd Mukti, CNN Indonesia | Selasa, 05/04/2016 04:38 WIB
Izin <i>Ground Handling</i> Halim Perdanakusuma Dibekukan Sayap pesawat Batik Air mengalami kerusakan setelah bertabrakan dengan pesawat Transnusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4). (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat membekukan izin penanganan pesawat di darat atau ground handling Bandara Halim Perdanakusuma. Pembekuan itu akan tetap dilakukan sampai rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dilaksankan.

“Untuk izin ground handling dibekukan langsung dan ditangani oleh yang lain sampai rekomendasi KNKT dipenuhi,” kata Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan J.A Barata dalam keterangnnya, Selasa (5/4) dini hari.

Menteri Pehubungan Ignasius Jonan, menurut Barata tengah berada di Wasior, Papua Barat, namun instruksi langsung dari menteri adalah KNKT segera memeriksa pengatur lalu lintas udara atau air traffic controller (ATC), AirNav Indonesia dan operator ground handling landasan.
“Pesawat juga ditahan untuk pemeriksan.”


Tak hanya itu, dua pekan sebelumnya, Ignasius sudah memberikan teguran kepada Angkasa Pura II terkait kosongnya posisi General Manager Bandara Halim Perdanakusuma.

“Menhub menegur Angkasa Pura II karena hampir dua minggu Bandara Halim tidak memiliki GM Bandara, pasca dimutasi ke Bandara Kualanamu, Medan,” ungkap Barata.

Insiden tabrakan pesawat Batik Air dan Trans Nusa di landasan Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam kembali mencoreng transportasi udara Indonesia, khususnya masalah paling penting, keamanan penumpang.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi KNKT akan menyelidiki percakapan antara pilot Batik Air dengan pihak pemandu lalu lintas udara atau air traffic controller pasca insiden bertabrakannya pesawat Batik Air dan Trans Nusa di Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam. KNKT akan meminta klarifikasi, bukti rekaman di menara ATC, pasalnya kedua maskapai ini mengaku telah memenuhi semua prosedur yang harus diikuti.

penyebab insiden tabrakan saat Batik Air hendak lepas landas sekitar pukul 19.55 WIB, Juvenile menyerahkan penelusuran ke KNKT.

Tim KNKT tengah memeriksa rekaman percakapan antara pilot Batik Air dengan pihak pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC).

"Kami besok akan klarifikasi, di sini juga ada bukti yang merekam komunikasi antara tower dan pesawat. Akan buka rekaman di tower juga, kita tulis transkripnya apa yang terjadi, di mana masalahnya. Besok baru kita lakukan pendalaman," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, beberapa jam setelah insiden.
Selain memeriksa rekaman komunikasi, KNKT juga meneliti black box di pesawat Batik Air yang membawa 49 penumpang dan tujuh kru termasuk pesawat TransNusa yang tertabrak saat sedang ditarik menuju hanggar untuk parkir. (pit/pit)